Peristiwa

30 Channel TV Digital Resmi Mengudara dari Turyapada Tower

Beroperasinya Turyapada Tower sebagai tonggak penting transformasi dunia penyiaran di Bali

ortibali.id
ortibali.id
Sabtu, 27 Desember 2025 • 19:33 WITA 3 mnt baca 484
Bagikan:

BULELENG –oetibali.id, Pemerintah Provinsi Bali resmi meluncurkan siaran televisi digital dari Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali yang berlokasi di Desa Adat Amertasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Sabtu (27/12/2025). Peluncuran ini menandai beroperasinya penuh 30 channel televisi digital yang disiarkan dari menara tersebut.


Peluncuran dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, ditandai dengan prosesi pemindaian (scan) channel televisi digital bersama para undangan. Empat penyelenggara multipleksing yang kini mengudara dari Turyapada Tower yakni TVRI, ANTV, Nusantara TV, dan Metro TV.


Gubernur Koster menyebut beroperasinya Turyapada Tower sebagai tonggak penting transformasi dunia penyiaran di Bali. Menurutnya, kehadiran siaran TV digital ini menghadirkan layanan informasi dan hiburan yang lebih jernih, modern, serta berkeadilan, khususnya bagi masyarakat Bali Utara.


“Turyapada Tower bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kemajuan teknologi, transformasi layanan publik, dan komitmen pemerintah menghadirkan akses informasi yang berkualitas dan merata bagi seluruh masyarakat Bali,” ujar Koster dalam sambutannya.


Turyapada Tower dibangun di ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut dengan tinggi menara 115 meter. Infrastruktur ini menjadi bagian dari Single Frequency Network (SFN) pertama di Indonesia yang memungkinkan kualitas siaran lebih stabil dan jangkauan lebih luas, mencakup lebih dari 90 persen wilayah Bali hingga Kabupaten Jembrana.


Pengoperasian siaran televisi digital dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai pada 18 April 2025 dengan 10 channel dari MUX Viva Group. Tahap kedua pada 18 Agustus 2025 bertambah menjadi 12 channel dengan bergabungnya Nusantara TV dan TVRI. Tahap ketiga yang dilaksanakan 27 Desember 2025 menandai bergabungnya Metro TV Group dengan tambahan delapan channel, sehingga total menjadi 30 channel.


Gubernur Koster menegaskan, siaran televisi digital memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat karena tidak lagi memerlukan parabola atau langganan televisi berbayar. Masyarakat cukup menggunakan televisi digital atau set top box untuk menikmati siaran dengan kualitas gambar dan suara yang lebih baik.


“Ini membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan akses informasi, edukasi, dan hiburan secara merata,” katanya.


Selain sebagai pusat penyiaran, Turyapada Tower juga dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis teknologi. Fasilitas pendukung seperti planetarium, skywalk, jembatan kaca, serta restoran putar 360 derajat saat ini tengah dalam tahap pengerjaan interior dan ditargetkan rampung pertengahan 2026. Kawasan ini ditargetkan diresmikan pada Desember 2026 dengan total investasi hampir Rp600 miliar.


Sejumlah perwakilan desa di Bali Utara yang mengikuti acara secara daring melaporkan kualitas siaran televisi kini jauh lebih jernih dan jumlah channel meningkat signifikan. Apresiasi juga disampaikan oleh Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra yang menilai kehadiran TV digital sangat membantu masyarakat dan terus diupayakan menjangkau hingga 100 persen wilayah.


Acara peluncuran turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Bali, jajaran Forkopimda Bali, para bupati dan wali kota se-Bali, Direktur Jenderal Pos dan Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Digital RI, serta pimpinan lembaga penyiaran nasional.


Menutup sambutannya, Gubernur Koster berharap Turyapada Tower menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Bali sebagai Pulau Digital dalam kerangka Bali Era Baru yang maju, berbudaya, dan sejahtera.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan