Peristiwa

Arus Mudik Memuncak, Antrean Kendaraan Mengular hingga Hutan Cekik di Pelabuhan Gilimanuk

Kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat sejak pagi hari dan terus meningkat hingga malam.

ortibali.id
ortibali.id
Sabtu, 14 Maret 2026 • 00:12 WITA 3 mnt baca 432
Bagikan:

JEMBRANA – ortibali.id, Aktivitas penyeberangan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk mengalami lonjakan signifikan sejak Jumat (13/3/2026) pagi hingga malam. Ribuan kendaraan yang hendak menyeberang dari Bali menuju Jawa menyebabkan antrean panjang yang bahkan mencapai kawasan Hutan Cekik.

Kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat sejak pagi hari dan terus meningkat hingga malam. Kendaraan pribadi milik pemudik yang hendak pulang kampung menjelang masa libur panjang tampak mendominasi jalur menuju pelabuhan. Selain itu, truk angkutan barang juga terlihat cukup banyak melintas, sehingga memperlambat laju kendaraan lain yang hendak memasuki area penyeberangan.

Lonjakan kendaraan tersebut membuat petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, serta petugas pelabuhan harus bekerja ekstra melakukan pengaturan arus lalu lintas. Sejumlah personel ditempatkan di berbagai titik strategis di sekitar kawasan pelabuhan guna mengurai kepadatan serta memastikan arus kendaraan tetap bergerak meskipun dalam kondisi padat.

Padatnya antrean kendaraan juga dipicu oleh meningkatnya mobilitas truk angkutan barang yang memilih melintas lebih awal. Para sopir berusaha menghindari kebijakan pembatasan operasional kendaraan non-logistik yang akan segera diberlakukan menjelang periode mudik. Kebijakan tersebut nantinya hanya mengizinkan kendaraan pengangkut sembako dan kebutuhan pokok untuk tetap beroperasi, sehingga banyak sopir memilih mempercepat jadwal pengiriman barang.

Akibatnya, kendaraan berat menumpuk di jalur masuk menuju pelabuhan. Kondisi ini membuat laju kendaraan pribadi menjadi lebih lambat karena harus berbagi jalur dengan truk bermuatan besar yang juga antre untuk masuk ke area penyeberangan.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin panjang, petugas di lapangan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Kendaraan pribadi diarahkan menuju beberapa kantong parkir sementara yang berada di area kargo pelabuhan serta beberapa ruas gang permukiman warga di sekitar pelabuhan.

Langkah ini dilakukan untuk memecah kepadatan kendaraan agar tidak menumpuk di satu titik. Dengan sistem tersebut, kendaraan dapat diarahkan secara bertahap menuju dermaga sesuai dengan kapasitas kapal yang tersedia sehingga antrean dapat bergerak lebih teratur.

Di sisi lain, operator penyeberangan ASDP Indonesia Ferry juga menyiagakan puluhan armada kapal guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Tercatat sebanyak 31 kapal disiapkan untuk melayani rute penyeberangan Bali–Jawa agar proses bongkar muat kendaraan dapat berlangsung lebih cepat.

Penambahan armada tersebut diharapkan mampu mengurangi waktu tunggu kendaraan di pelabuhan, sekaligus menjaga kelancaran arus penyeberangan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa mudik.

Arus kendaraan diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Selain karena mendekati momentum mudik, peningkatan mobilitas juga dipicu oleh dimulainya masa libur sekolah serta aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang hari raya.

Petugas pun mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan agar mempersiapkan kondisi kendaraan dengan baik, mengatur waktu keberangkatan secara bijak, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Salah seorang pemudik, Sudirman, mengaku harus menunggu cukup lama sebelum akhirnya bisa masuk ke area penyeberangan setelah pulang dari tempat kerjanya di wilayah Tegallalang, Gianyar. “Padahal sudah lebih awal mudik, ternyata kejebak macet juga saya mas,” ujarnya.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan