JAKARTA – ortibali.id, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk, induk usaha klub sepak bola Bali United FC, menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Gedung Bali United, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (26/5/2026), manajemen memaparkan berbagai capaian sepanjang 2025 sekaligus strategi besar untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan pada tahun berjalan.
RUPS Tahunan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari persetujuan dan pengesahan laporan tahunan perseroan, penetapan penggunaan laba tahun buku 2025, penetapan honorarium dan tunjangan pengurus perusahaan, hingga penunjukan akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan perseroan.
Selain RUPS, perseroan juga menggelar Public Expose (PUBEX) yang memaparkan perkembangan kinerja bisnis dan berbagai unit usaha di bawah naungan Bali United sepanjang periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025 serta kinerja kuartal pertama tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran komisaris dan direksi perusahaan. Hadir Komisaris Utama Jemi Wiyono Prihadi, Komisaris Eddy Soehartono, Komisaris Independen Andy F. Noya, serta Direktur Utama Yabes Tanuri bersama jajaran direksi lainnya.
Bali United Training Center Kian Mendunia
Salah satu aset strategis yang menjadi sorotan dalam paparan perusahaan adalah Bali United Training Center (BUTC) yang berlokasi di Sukawati, Gianyar. Fasilitas yang terus berkembang tersebut kini telah memiliki 12 lapangan sepak bola, terdiri dari tujuh lapangan utama dan lima lapangan mini, serta berbagai fasilitas pendukung berstandar internasional.
Sepanjang 2025 hingga awal 2026, BUTC menjelma menjadi salah satu pusat kegiatan sport tourism terbesar di Indonesia. Sejumlah event berskala internasional sukses digelar di kawasan tersebut dan menarik ribuan peserta dari berbagai negara.
Ajang lari bergengsi Maybank Marathon yang berlangsung pada Agustus 2025 diikuti hampir 14.000 pelari dari 52 negara. Sementara OPPO Run pada November 2025 menghadirkan sekitar 7.000 peserta dari 20 negara.
Tak hanya menjadi tuan rumah event olahraga massal, fasilitas ini juga dipercaya sebagai lokasi pemusatan latihan klub-klub sepak bola internasional. Dua tim besar asal Korea Selatan, yakni Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves, memilih Bali United Training Center sebagai tempat menjalani program latihan intensif pada Januari hingga Februari 2026.
Kepercayaan dunia internasional terhadap fasilitas yang dimiliki Bali United semakin meningkat setelah berbagai pihak memberikan respons positif terhadap kualitas lapangan, sarana kebugaran, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Bali7s Jadi Turnamen Usia Dini Terbesar
Komitmen Bali United dalam pembinaan usia muda juga semakin terlihat melalui penyelenggaraan International Youth Football Tournament Bali7s 2026.
Turnamen yang berlangsung pada 2–5 April 2026 tersebut mencatat peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah peserta maupun kunjungan. Sebanyak 500 tim dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, India, hingga Belanda ambil bagian dalam kompetisi yang diikuti sekitar 8.000 pemain muda itu.
Para peserta bertanding dalam berbagai kategori usia mulai U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, kategori Pro hingga Women.
Tak berhenti di sana, Bali United Training Center juga menjadi lokasi pelaksanaan Kemala Run 2026 yang sukses menghadirkan hampir 11.000 pelari dalam nomor 5K, 10K, dan Half Marathon (21K).
Popularitas fasilitas ini bahkan menarik perhatian pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman. Dalam kunjungannya, Herdman menyampaikan ketertarikan untuk menjadikan Bali United Training Center sebagai lokasi pemusatan latihan skuad Garuda karena dinilai memiliki fasilitas yang memenuhi standar internasional.
Cetak Ratusan Pelatih dan Wasit Berlisensi
Di luar pengembangan fasilitas fisik, Bali United juga terus memperkuat sumber daya manusia sepak bola nasional melalui kolaborasi bersama PSSI dan PSSI Bali.
Berbagai program pelatihan berhasil melahirkan sekitar 300 pelatih berlisensi D Nasional PSSI sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026. Selain itu, puluhan wasit dan pengawas pertandingan berlisensi nasional juga telah dihasilkan melalui program pengembangan tersebut.
Perseroan juga aktif mendukung pengembangan sepak bola wanita dengan menyediakan berbagai kompetisi sebagai wadah pembinaan pemain muda menuju level nasional.
Fokus Profitabilitas dan Ekspansi Bisnis
Memasuki tahun buku 2026, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk mengusung strategi akselerasi pertumbuhan dengan fokus utama pada peningkatan profit perusahaan.
Direktur Utama Yabes Tanuri menyebut kondisi ekonomi nasional yang diproyeksikan tumbuh stabil menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk mengoptimalkan seluruh unit usaha yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir.
"Setelah melewati fase konsolidasi di tahun lalu, serta melihat indikator ekonomi 2026 yang bergerak positif, tahun ini adalah momentum bagi kami untuk memanen hasil dari berbagai unit usaha yang telah mapan maupun yang baru kami kembangkan," ujarnya dalam paparan publik.
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menyiapkan empat strategi utama.
Pertama, memperkuat penyelenggaraan Bali7s agar berkembang menjadi benchmark turnamen sepak bola usia dini internasional di Asia yang mampu menghasilkan pendapatan dari sponsorship, biaya pendaftaran, hingga sektor sport tourism.
Kedua, melakukan ekspansi Bali United Store ke sejumlah lokasi strategis guna mendekatkan produk resmi klub kepada basis suporter yang terus berkembang.
Ketiga, mengembangkan Intellectual Property Exchange (IPX) sebagai langkah diversifikasi aset digital dan kreatif perusahaan agar memiliki nilai komersial yang lebih tinggi.
Keempat, memperkuat kerja sama sponsorship dengan berbagai merek nasional dan internasional guna menjaga pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan.
Optimistis Beri Nilai Tambah bagi Pemegang Saham
Komisaris Utama Jemi Wiyono Prihadi menegaskan tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi Bali United untuk membuktikan ketangguhan model bisnis sportainment yang terintegrasi.
Menurutnya, kombinasi antara pengelolaan fasilitas olahraga kelas dunia, pengembangan ekosistem sepak bola, dan diversifikasi unit bisnis akan menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
"Ekspansi yang agresif namun terukur ini tidak hanya memperkuat posisi keuangan perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem olahraga dan ekonomi kreatif di Indonesia, sekaligus memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham," tegasnya.
Dengan berbagai agenda strategis tersebut, Bali United tidak lagi hanya mengandalkan performa di lapangan hijau. Perseroan kini terus bertransformasi menjadi perusahaan sportainment yang mengintegrasikan olahraga, pariwisata, hiburan, dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan bisnis jangka panjang.sr


