GIANYAR – ortibali.id, Pemerintah Kabupaten Gianyar terus memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan yang ramah anak sejak hari pertama memasuki bangku sekolah. Melalui program monitoring Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, memastikan proses transisi dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju Sekolah Dasar (SD) berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.
Monitoring tersebut dilaksanakan di SD Negeri 4 Melinggih, Kecamatan Payangan, Selasa (14/7/2026), sebagai bagian dari roadshow pemantauan pelaksanaan MPLS Ramah di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini turut didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa, beserta jajaran Dinas Pendidikan.
Kunjungan ini menjadi bentuk pengawasan sekaligus pembinaan agar pelaksanaan MPLS benar-benar berorientasi pada kebutuhan anak, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pemerintah ingin memastikan hari-hari pertama anak di sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan sehingga mampu membangun rasa percaya diri, semangat belajar, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Kepala SD Negeri 4 Melinggih, Ni Komang Budawati, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bunda PAUD Kabupaten Gianyar terhadap pelaksanaan MPLS di sekolahnya.
Ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan MPLS difokuskan untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah, para guru, teman sebaya, hingga berbagai kebiasaan positif yang akan diterapkan selama proses belajar.
"Dapat kami laporkan bahwa pelaksanaan MPLS difokuskan untuk mengenalkan peserta didik terhadap lingkungan sekolah, para guru, teman sebaya, serta membangun kebiasaan berperilaku positif sejak hari pertama. Sekolah juga berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari perundungan maupun segala bentuk kekerasan agar siswa merasa percaya diri dan mampu berkembang secara optimal," ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Mawa, mengatakan kegiatan monitoring tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas PAUD dan SD Kelas Awal melalui Monitoring MPLS Ramah "Hari Baru, Aman, dan Nyaman" Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurutnya, masa transisi dari PAUD menuju SD merupakan fase yang sangat penting dalam perkembangan anak. Oleh karena itu, proses adaptasi harus dilakukan secara bertahap melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak kepada anak.
Ia menegaskan, Pemerintah terus mendorong implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, termasuk menghapus tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai syarat penerimaan peserta didik baru di sekolah dasar.
Selain itu, sekolah juga diwajibkan menyelenggarakan MPLS tanpa praktik perundungan, kekerasan, maupun perpeloncoan sehingga setiap anak memperoleh pengalaman pertama yang positif saat memasuki lingkungan sekolah.
"Monitoring ini juga bertujuan memastikan proses pembelajaran berlangsung berkesinambungan, meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru kelas awal mengenai pembelajaran yang berpihak kepada anak, sekaligus memperkuat peran Bunda PAUD sebagai penggerak dalam mengawal tumbuh kembang anak usia dini," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, menegaskan bahwa seluruh sekolah harus mampu menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sejak hari pertama.
Menurutnya, kesan pertama anak terhadap sekolah akan sangat memengaruhi semangat belajar mereka pada masa-masa berikutnya.
"Awal masuk sekolah harus menjadi pengalaman yang membahagiakan. Anak-anak harus datang dengan rasa aman, nyaman, dan penuh semangat, bukan dengan rasa takut ataupun tertekan," tegasnya.
Ia juga mengaku senang melihat peserta didik baru di SD Negeri 4 Melinggih sudah mampu menunjukkan sikap mandiri, percaya diri, dan mudah berinteraksi dengan teman-teman baru.
Kondisi tersebut dinilai menjadi indikator bahwa proses pendidikan karakter selama di PAUD telah berjalan dengan baik sehingga anak memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan dasar.
Dalam arahannya, Dr. Surya Adnyani kembali mengingatkan tiga target utama Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan.
Pertama, memanfaatkan dua minggu pertama masuk sekolah sebagai masa adaptasi bagi anak untuk mengenal guru, teman, serta lingkungan sekolah.
Kedua, menghapus tes calistung sebagai syarat masuk SD sehingga setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
Ketiga, membangun enam kemampuan fondasi anak secara holistik sebagai bekal mengikuti proses pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembentukan karakter dan pembiasaan hidup sehat sejak dini, Bunda PAUD Kabupaten Gianyar juga menyerahkan bantuan berupa tumbler, kotak makan, komik "7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", serta tas sekolah kepada peserta didik baru.
Pada kesempatan itu pula, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis, di antaranya penyelenggaraan field trip edukatif untuk memperluas wawasan anak, pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa PAUD, kelas 1 SD, dan SMP, rehabilitasi 131 gedung sekolah, serta penyediaan program beasiswa guna mendukung pemerataan akses pendidikan.
Melalui monitoring MPLS Ramah ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap seluruh satuan pendidikan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif, aman, bebas kekerasan, dan benar-benar berpusat pada kebutuhan anak, sehingga transisi dari PAUD menuju SD dapat berlangsung optimal dan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi Gianyar yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.sr


