Peristiwa

Dua Calon Berebut Kursi Perbekel Kenderan, Pengundian Nomor Urut Dikemas Layaknya Pilkada

Keterlibatan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan Pilkel

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 24 Agustus 2026 • 20:28 WITA 5 mnt baca 412
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Suasana Pemilihan Perbekel (Pilkel) Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, mulai terasa semakin semarak. Dua calon perbekel yang akan bertarung dalam kontestasi tingkat desa tersebut resmi mendapatkan nomor urut setelah mengikuti proses pengundian yang digelar di halaman depan Kantor Desa Kenderan, Senin (24/8/2026).

Pengundian nomor urut dikemas cukup unik. Panitia menghadirkan sentuhan seni dan budaya sehingga tahapan yang biasanya berlangsung formal tersebut terasa lebih meriah dan menyerupai atmosfer pengundian nomor urut dalam pemilihan kepala daerah.

Dua calon yang mengikuti kontestasi ini sebelumnya telah ditetapkan secara resmi pada 17 Agustus 2026. Mereka adalah I Dewa Gede Jaya Kesuma, calon petahana asal Banjar Kenderan, dan I Made Darmawan, pendatang baru asal Banjar Tangkas.

Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Desa Kenderan, Anak Agung Gde Putra, mengatakan pengundian nomor urut merupakan tahapan penting dalam rangkaian Pilkel sebelum memasuki tahapan berikutnya hingga pemungutan suara.

“Setelah penetapan calon pada 17 Agustus, hari ini kami melaksanakan pengundian nomor urut. Seluruh proses kami lakukan secara terbuka dan disaksikan berbagai unsur, mulai dari pemerintahan, aparat keamanan, prajuru adat, tokoh masyarakat hingga perwakilan pemuda,” ujar Anak Agung Gde Putra.

Menurutnya, keterbukaan dalam setiap tahapan menjadi perhatian panitia. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh proses dapat diterima kedua calon maupun masyarakat, sekaligus menjaga suasana Pilkel tetap aman dan kondusif.

Menariknya, proses pengundian tidak langsung dilakukan dengan pengambilan nomor urut oleh kedua calon. Panitia terlebih dahulu melakukan pengundian untuk menentukan calon yang mendapatkan kesempatan pertama mengambil nomor.

Mekanisme tersebut menggunakan sistem A dan B. Prosesi pengundian dibawakan oleh penari perempuan dan dilanjutkan dengan pengambilan undian oleh istri kepala desa. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menggabungkan tahapan demokrasi dengan seni dan budaya lokal.

“Konsep ini kami buat agar tahapan pengundian tidak hanya berjalan secara formal, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan yang bisa disaksikan masyarakat. Namun, yang paling penting seluruh mekanismenya tetap transparan, tertib dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Libatkan Berbagai Unsur Masyarakat

Semarak pengundian nomor urut juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Sejumlah komponen ikut terlibat, mulai dari unsur pemerintahan desa, prajuru adat, tokoh masyarakat, pemuda, seniman hingga para donatur yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Panitia menilai keterlibatan masyarakat menjadi modal penting dalam menciptakan Pilkel yang demokratis. Selain menjaga suasana tetap kondusif, partisipasi masyarakat juga diharapkan meningkat hingga hari pemungutan suara.

“Harapan kami seluruh tahapan Pilkel Kenderan dapat berjalan lancar. Kami juga berharap partisipasi masyarakat semakin tinggi, sehingga masyarakat datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin Desa Kenderan,” katanya.

Camat Tegallalang, Wayan Ari Trisna Handayani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi pelaksanaan pengundian nomor urut yang berlangsung tertib. Ia berharap seluruh tahapan Pilkel Kenderan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan.

Menurutnya, kontestasi Pilkel bukan sekadar persaingan untuk mendapatkan suara terbanyak, tetapi merupakan proses masyarakat dalam menentukan sosok yang akan memimpin desa selama delapan tahun ke depan.

“Kami berharap dari proses Pemilihan Perbekel Kenderan ini nantinya lahir pemimpin terbaik untuk delapan tahun ke depan. Karena itu, kami mengajak masyarakat menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya dan memilih berdasarkan hati nurani,” ujar Wayan Ari Trisna Handayani.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara di TPS yang telah ditentukan di masing-masing banjar.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami berharap seluruh warga yang memiliki hak pilih dapat datang ke TPS di banjar masing-masing dan memberikan suara sesuai pilihan masing-masing,” imbuhnya.

Camat Tegallalang juga berharap seluruh tahapan menjelang pemungutan suara dapat berlangsung aman dan lancar. Kedua calon beserta pendukungnya diharapkan mampu menjaga suasana persaudaraan di tengah masyarakat.

“Siapapun yang nantinya terpilih merupakan pilihan masyarakat. Karena itu, prosesnya harus kita jaga bersama agar tetap aman, lancar dan kondusif,” tegasnya.

4.340 Pemilih

Desa Kenderan terdiri dari 10 banjar, yakni Banjar Dlod Blumbang, Banjar Pamde, Banjar Tangkas, Banjar Tengah, Banjar Triwangsa, Banjar Gunaksa, Banjar Kenderan, Banjar Kepitu, Banjar Pinjul dan Banjar Dukuh.

Berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS), jumlah pemilih yang tercatat dalam Pilkel Kenderan mencapai 4.340 pemilih.

Jumlah tersebut menjadi potensi besar dalam menentukan arah kepemimpinan Desa Kenderan untuk periode delapan tahun mendatang. Karena itu, panitia berharap seluruh pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dan tidak golput.

Kontestasi Pilkel Kenderan kali ini mempertemukan dua figur dengan latar belakang berbeda. I Dewa Gede Jaya Kesuma maju kembali sebagai petahana untuk mempertahankan kepemimpinannya. Sementara I Made Darmawan menjadi penantang baru yang ikut memperebutkan kepercayaan masyarakat.

Dengan hanya diikuti dua calon, persaingan diperkirakan berlangsung kompetitif. Namun, panitia menekankan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah masyarakat.

Kegiatan pengundian nomor urut turut dihadiri jajaran Polsek Tegallalang, Danramil Tegallalang, prajuru adat dari masing-masing banjar, tokoh masyarakat serta unsur pemuda.

Kehadiran berbagai unsur tersebut sekaligus menjadi bagian dari sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian Pilkel Kenderan berlangsung.

Anak Agung Gde Putra kembali mengingatkan seluruh calon dan pendukung agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan panitia serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu kondusivitas desa.

“Harapan kami, seluruh calon dan pendukung dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan kondusivitas Desa Kenderan. Siapapun yang nantinya terpilih, itulah pilihan masyarakat yang harus kita hormati bersama,” tegasnya.

Dengan selesainya pengundian nomor urut, tahapan Pilkel Kenderan kini berlanjut menuju agenda berikutnya. Panitia memastikan seluruh tahapan akan dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur terkait.

Masyarakat pun diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dengan menggunakan hak pilihnya. Sebab, pilihan masyarakat dalam Pilkel Kenderan akan menentukan sosok yang dipercaya memimpin dan membawa Desa Kenderan selama delapan tahun ke depan.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan