Peristiwa

Dua Kali Huma Cafe Ubud Dibobol, Brankas 20 Kg hingga Mesin EDC Digondol Maling

Pelaku sempat berada di area tamu sebelum kemudian bergerak menuju beberapa titik CCTV

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 07 September 2026 • 20:49 WITA 4 mnt baca 115
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Huma Cafe yang berlokasi di Jalan Cinta, Tegallalang, Gianyar, Bali, kembali menjadi sasaran pencurian. Dalam aksi yang terjadi pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 00.23 WITA, pelaku diduga berhasil masuk ke area cafe dan membawa kabur sejumlah barang berharga, termasuk brankas seberat sekitar 20 kilogram.

Aksi pencurian tersebut menjadi perhatian karena Huma Cafe sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa pada 2025. Artinya, insiden kali ini merupakan kali kedua cafe tersebut dibobol.

Berdasarkan pemeriksaan awal dan rekaman kamera pengawas atau CCTV, pelaku terlihat mengenakan hoodie, masker, celana pendek, serta sarung tangan. Pada bagian kaki pelaku juga terlihat adanya tato.

F&B Project Manager Huma Cafe, Made Feby Prasetya, mengatakan pelaku diduga masuk dari sisi belakang cafe yang berbatasan langsung dengan kawasan persawahan.

Dalam rekaman CCTV, pelaku sempat berada di area tamu sebelum bergerak menuju sejumlah titik kamera pengawas. Pelaku kemudian terlihat beberapa kali mengubah arah kamera CCTV yang berada di area tamu, kebun, bar, hingga kitchen.

"Pelaku sempat berada di area tamu sebelum kemudian bergerak menuju beberapa titik CCTV. Dari rekaman yang kami peroleh, pelaku terlihat beberapa kali mengubah arah kamera CCTV yang berada di area tamu, kebun, bar, dan kitchen," ujar Made Feby.

Setelah mengubah arah beberapa kamera, pelaku kemudian menuju area bar. Di lokasi tersebut, pelaku diduga merusak gembok rolling door untuk dapat masuk ke bagian dalam cafe.

Pelaku kembali mengubah arah kamera CCTV sebelum bergerak menuju area kitchen dan storage.

Di area storage, pelaku mengambil sebuah brankas yang sebelumnya terpasang pada tembok. Berdasarkan pemeriksaan di lokasi, brankas tersebut diduga dilepaskan menggunakan alat yang ditemukan di area kitchen.

Brankas tersebut memiliki berat sekitar 20 kilogram dengan ukuran kurang lebih 42 x 35 x 30 sentimeter.

Selain brankas, sejumlah barang lainnya juga dilaporkan hilang. Di antaranya Redmi Pad 2, handphone Samsung A14, mesin EDC BCA, mesin EDC Mandiri, serta sejumlah berkas dan nota penting.

Polisi Dalami Akses Masuk Pelaku

Kanit Reskrim Polsek Tegallalang, IPDA I Nengah Suardika, S.H.,( Senin, 7/9/26 ) mengatakan pihaknya telah mempelajari rekaman CCTV terkait aksi pencurian tersebut.

Namun, berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk melalui pintu belakang cafe yang tidak terjangkau kamera pengawas.

"Pelaku diduga masuk melalui pintu belakang dan tidak ada CCTV," ujar Nengah Suardika.

Kondisi lingkungan di belakang cafe yang berada di kawasan persawahan juga menjadi perhatian polisi. Area tersebut disebut cukup gelap karena dikelilingi persawahan di sisi kiri dan kanan lokasi.

Kondisi itu diduga dimanfaatkan pelaku untuk menghindari pantauan kamera pengawas.

Polisi menduga pelaku memang sengaja memilih akses belakang untuk meminimalkan risiko aksinya terekam CCTV.


Meski demikian, polisi memastikan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.

Nengah Suardika menegaskan pihaknya tidak patah arang dan akan terus melakukan penyelidikan, terlebih pencurian di Huma Cafe ini bukan kali pertama terjadi.

Cafe Dinilai Perlu Tingkatkan Pengamanan

Selain melakukan penyelidikan terhadap pelaku, polisi juga menyoroti kondisi keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Huma Cafe berada di kawasan yang relatif sepi dan memiliki akses terbuka karena belum dilengkapi pagar pengaman yang memadai. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi celah keamanan dan memudahkan orang masuk ke area cafe, terutama pada malam hari.

Polisi mengimbau pemilik usaha untuk meningkatkan sistem keamanan, mulai dari pemasangan pagar, penerangan di area belakang, hingga memastikan seluruh akses keluar-masuk terlindungi.

Dalam waktu dekat, polisi juga berencana meminta pihak pengelola atau pemilik cafe melakukan pemantauan terhadap mesin EDC, khususnya untuk mengetahui kemungkinan adanya transaksi setelah mesin tersebut dilaporkan hilang.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu penyelidikan sekaligus mengetahui apakah mesin EDC yang dibawa pelaku telah digunakan untuk melakukan transaksi.

Polisi mengimbau masyarakat dan pemilik usaha agar lebih waspada terhadap potensi aksi pencurian, terutama pada lokasi usaha yang berada di kawasan sepi dan memiliki akses terbuka.

Kasus pembobolan Huma Cafe kini masih dalam penyelidikan Polsek Tegallalang. Polisi terus mengumpulkan bukti, mempelajari rekaman CCTV, menelusuri keberadaan barang yang hilang, serta mencari identitas pelaku.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan