Peristiwa

Empat Jam Hilang, Perempuan Terseret Arus di Pantai Masceti Ditemukan Meninggal oleh Peselancar Asing

Korban mengambang di perairan Pantai Keramas, sekitar 1,5 kilometer ke arah barat

ortibali.id
ortibali.id
Rabu, 24 Juni 2026 • 19:44 WITA 3 mnt baca 228
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Upaya pencarian selama lebih dari empat jam terhadap seorang perempuan yang diduga terseret arus di Pantai Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, berakhir duka. Korban bernama Ni Nyoman Murtiningsih (48), warga Banjar Palak, Desa Sukawati, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (24/6/2026) sore.

Korban ditemukan mengambang di perairan Pantai Keramas, sekitar 1,5 kilometer ke arah barat dari lokasi awal dilaporkan hilang. Penemuan jenazah tersebut bermula ketika sejumlah warga negara asing yang sedang berselancar melihat sosok tubuh mengapung di tengah laut.

Menyadari adanya kejanggalan, para peselancar segera mendekati lokasi dan memastikan bahwa yang mereka lihat adalah tubuh manusia. Mereka kemudian menghubungi petugas yang saat itu masih melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan.

Tidak hanya melapor, para peselancar juga membantu proses evakuasi awal dengan menjaga posisi jenazah menggunakan papan selancar agar tidak kembali terbawa arus hingga tim penyelamat tiba di lokasi.

Kasat Polairud Polres Gianyar, AKP I Gede Budarasa, mengatakan korban diduga terseret arus sekitar pukul 10.40 WITA. Setelah pencarian intensif yang melibatkan berbagai unsur, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.00 WITA.

“Setelah kami melaksanakan pencarian bersama tim gabungan, korban yang diperkirakan terbawa arus sejak pagi akhirnya ditemukan di perairan bagian barat Pantai Masceti. Korban ditemukan oleh warga negara asing yang sedang melakukan aktivitas surfing di lokasi,” ujar AKP Budarasa.

Begitu ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju daratan oleh petugas gabungan. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Datang untuk Terapi Pasir

Peristiwa tragis tersebut berawal ketika korban datang ke Pantai Masceti bersama suaminya, I Made Sudiasta, untuk menjalani terapi pasir yang rutin dilakukan. Terapi tersebut dipercaya membantu meringankan penyakit yang selama ini diderita korban.

Menurut keterangan suami korban, mereka tiba di pantai sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu korban duduk di area pantai sambil mengubur kedua kakinya di pasir. Sementara itu, dirinya pergi membeli minuman di sebuah warung yang lokasinya tidak jauh dari tempat korban berada.

Namun ketika kembali sekitar tiga hingga empat menit kemudian, korban sudah tidak terlihat di lokasi semula.

Merasa khawatir, Sudiasta langsung mencari ke sekitar pantai. Dalam pencarian tersebut, ia sempat melihat sosok yang diduga istrinya berada di tengah laut dalam kondisi terombang-ambing oleh ombak. Karena jaraknya cukup jauh dan kondisi arus cukup kuat, korban kemudian hilang dari pandangan.

Sudiasta segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Balawista yang bertugas di kawasan pantai.

Tim Gabungan Lakukan Penyisiran

Mendapat laporan adanya orang hilang yang diduga terseret arus, petugas Balawista bersama BPBD Gianyar, Satpolairud Polres Gianyar, TNI, PMI, Basarnas serta unsur SAR gabungan lainnya langsung bergerak menuju lokasi.

Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut. Tim menyisir sepanjang garis pantai mulai dari kawasan Pantai Masceti hingga wilayah perairan di sekitarnya yang diperkirakan menjadi jalur arus laut.

Selama berjam-jam, petugas terus melakukan pemantauan dan penyisiran. Kondisi arus laut yang cukup kuat diduga menyebabkan korban terbawa hingga mencapai kawasan perairan Pantai Keramas.

Setelah lebih dari empat jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi ombak dan arus laut sedang tidak bersahabat.

Kasus tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang, sementara keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan