Peristiwa

Fast Boat dari Nusa Penida Tenggelam di Perairan Sanur, 2 WNA Tewas, 1 Masih Dalam Pencarian

Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian

ortibali.id
ortibali.id
Selasa, 05 Agustus 2025 • 20:07 WITA 2 mnt baca 417
Bagikan:

SANUR | ortibali.id – Tragedi laut terjadi di perairan Sanur, Selasa (5/8/2025), ketika sebuah fast boat Dolphin II yang berlayar dari Pelabuhan Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur tenggelam dan kandas di alur masuk pelabuhan sekitar pukul 15.00 WITA. Peristiwa ini menewaskan dua penumpang warga negara asing (WNA) dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengonfirmasi bahwa informasi awal diterima pihaknya dari Pusdalops PB Provinsi Bali, yang disampaikan oleh Bapak Putu pada pukul 16.25 WITA.


“Kami langsung mengerahkan lima personel ke lokasi kejadian, sementara satu tim SRU laut bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan tiga personel,” ujar Sidakarya.




Adapun jumlah keseluruhan orang di atas kapal (Person On Board/POB) sebanyak 80 orang, terdiri atas 75 penumpang dan 5 Anak Buah Kapal (ABK). Dari total penumpang, 73 merupakan WNA dan 2 WNI.


Status sementara korban hingga berita ini diturunkan:


Selamat: 77 orang


Meninggal dunia: 2 orang (WNA)


Dalam pencarian: 1 orang



Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi di sekitar lokasi kejadian. Pencarian diperkuat dengan peralatan pendukung, termasuk drone thermal untuk pemantauan udara, mengingat lokasi tenggelamnya kapal tidak terlalu jauh dari garis pantai.


“Kami terus menggali informasi terkini mengenai jumlah penumpang dan kondisi mereka. Dari video yang diterima, terlihat sudah ada bantuan dari perahu-perahu di sekitar lokasi,” tambah Sidakarya.



Upaya penyelamatan juga mendapat dukungan dari masyarakat sekitar yang turut membantu proses evakuasi menggunakan kapal kecil dan boat nelayan yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.


Penyebab pasti tenggelamnya Dolphin II masih dalam proses penyelidikan. Namun, dugaan awal menyebutkan kapal mengalami gangguan saat memasuki alur pelabuhan.


Tim SAR gabungan, terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, BPBD, dan unsur masyarakat, masih berada di lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dan seluruh proses evakuasi berjalan lancar. ( sr/id )


ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan