Pariwisata

Heroik Berujung Duka: Niat Selamatkan Korban Tenggelam, Pemuda Gianyar Hilang Terseret Arus di Pantai Purnama

Awalnya satu orang terseret arus. Kemudian ada warga yang mencoba menolong, namun justru yang menolong ikut terseret

ortibali.id
ortibali.id
Minggu, 05 April 2026 • 12:47 WITA 2 mnt baca 345
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Aksi kepahlawanan seorang pemuda di Kabupaten Gianyar berujung tragedi. Niat tulus untuk menyelamatkan nyawa orang lain justru membuat dirinya hilang terseret arus laut di kawasan Pantai Purnama, Minggu (5/4/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Agus Suarsa Dharma (27), warga Desa Sukawati. Ia dilaporkan hilang setelah berusaha menolong seorang remaja yang lebih dulu terseret arus saat beraktivitas di pantai.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.40 WITA, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat yang melaksanakan tradisi Banyu Pinaruh di sepanjang pesisir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika seorang pemuda bernama Kadek Raditya (18) terseret arus laut dan hampir tenggelam. Situasi tersebut sontak mengundang kepanikan warga yang berada di lokasi.

Melihat kondisi darurat itu, Agus tanpa ragu berenang ke tengah laut untuk memberikan pertolongan. Namun derasnya arus dan tingginya gelombang membuat situasi berubah menjadi kritis.

Alih-alih berhasil mengevakuasi korban, Agus justru ikut terseret arus dan hilang dari permukaan. Sementara itu, Kadek Raditya berhasil diselamatkan oleh warga lainnya dan segera dilarikan ke RSU Kasih Ibu Saba untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta, membenarkan adanya dua korban dalam peristiwa tersebut.

“Awalnya satu orang terseret arus. Kemudian ada warga yang mencoba menolong, namun justru yang menolong ikut terseret dan hilang, sementara korban pertama berhasil diselamatkan,” jelasnya.

Mendapat laporan dari Balawista, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Gianyar, Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Sukawati, serta tim SAR dari Basarnas Denpasar langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Gelombang tinggi dan arus kuat memaksa tim menghentikan sementara operasi demi keselamatan personel.

“Cuaca kurang mendukung, gelombang cukup tinggi, sehingga pencarian sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali hingga sore hari,” tambahnya.

Hingga Minggu siang, korban Agus Suarsa Dharma masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran, baik melalui jalur laut maupun pemantauan dari darat dengan melibatkan relawan setempat.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut, khususnya di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak nekat melakukan penyelamatan tanpa peralatan dan kemampuan yang memadai.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa semangat menolong sesama harus tetap dibarengi dengan pertimbangan keselamatan diri, terutama saat menghadapi kondisi alam yang berisiko tinggi.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan