Peristiwa

Hujan Deras Picu Tembok Penyengker Roboh di Batuan Sukawati, Garasi Ambrol dan Mobil Tertimbun

Korban mendengar suara gemuruh cukup keras dari arah timur rumah

ortibali.id
ortibali.id
Selasa, 19 Mei 2026 • 21:26 WITA 3 mnt baca 266
Bagikan:

GIANYAR, ortibali.id– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Gianyar kembali memicu bencana alam. Kali ini, tembok penyengker milik warga di Banjar Jungut, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, roboh hingga menyebabkan bagian garasi rumah rusak dan satu unit mobil tertimpa material longsoran, Selasa (19/5/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 Wita dan sempat membuat warga sekitar panik akibat suara gemuruh keras dari arah belakang rumah korban. Tembok penyengker yang ambruk diketahui milik I Ketut Sutiara, warga yang sementara tinggal di Banjar Jungut, Desa Batuan.

Korban mengaku sebelumnya telah mendengar suara mencurigakan sekitar pukul 01.00 Wita dini hari dari arah timur rumahnya. Namun saat itu kondisi masih gelap sehingga belum diketahui secara pasti sumber suara tersebut.

“Korban mendengar suara gemuruh cukup keras dari arah timur rumah. Setelah dicek pada pagi hari, ternyata tembok penyengker sepanjang kurang lebih 15 meter sudah roboh,” ujar salah seorang petugas di lokasi.

Akibat robohnya tembok tersebut, bagian garasi rumah ikut tergerus longsoran tanah dan material bangunan. Sebuah mobil Panther berwarna biru yang terparkir di area garasi juga terdampak dan tertimpa reruntuhan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berdatangan membantu proses evakuasi barang-barang milik korban yang masih dapat diselamatkan. Material berupa tanah, batu, dan pecahan tembok sempat menutup sebagian area pekarangan rumah.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, robohnya tembok penyengker diduga kuat akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Sukawati dalam beberapa hari terakhir. Posisi tembok yang berada di sisi timur rumah dan berbatasan langsung dengan aliran sungai membuat struktur tanah di bawah pondasi terkikis arus air secara perlahan hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.

Selain faktor cuaca, kondisi tanah yang labil diduga turut mempercepat terjadinya longsoran pada area tersebut.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Sukawati yang dipimpin Pawas IPDA I Wayan Agustiana, S.Kom., bersama piket fungsi segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas melakukan pengamanan area, mendata saksi dan korban, serta berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gianyar guna mempercepat proses penanganan.

Petugas juga mendatangkan mobil derek untuk membantu mengevakuasi kendaraan yang terdampak longsoran agar tidak mengalami kerusakan lebih parah.

Hingga siang hari, proses pembersihan material longsor masih dilakukan secara gotong royong oleh warga bersama aparat terkait. Polisi mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seperti longsor dan pohon tumbang di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Gianyar.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai maupun daerah tebing diminta segera melapor kepada aparat desa atau pihak berwenang apabila menemukan retakan tanah maupun tanda-tanda pergerakan tanah untuk mencegah terjadinya korban jiwa.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan