GIANYAR – ortibali.id, I Kadek Kamardiyana mendapat nomor urut 1 dalam pengundian nomor urut calon Perbekel Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Selasa (25/8/2026). Pengundian berlangsung di Kantor Desa Pejeng dan diikuti tiga kandidat yang akan bersaing dalam Pemilihan Perbekel (Pilkel) Pejeng.
Kamardiyana hadir bersama sejumlah pendukung. Perolehan nomor urut 1 dimaknainya bukan sekadar angka dalam kontestasi politik tingkat desa, tetapi sebagai simbol semangat untuk menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas.
“Bagi saya, nomor satu bukan berarti harus menjadi yang paling di depan, tetapi bagaimana kita bisa menjadi yang pertama dalam melayani masyarakat dengan hati. Saya ingin nomor satu ini menjadi pengingat untuk selalu mendengar, memahami, dan mengutamakan kepentingan masyarakat Pejeng,” ujar Kamardiyana.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat nantinya harus dijawab dengan kerja nyata. Pembangunan desa, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan program dan janji, tetapi membutuhkan kepedulian, keterlibatan masyarakat serta keberanian dalam mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Pejeng.
“Makna nomor satu adalah satu tujuan, satu semangat dan satu hati untuk membangun Pejeng. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, saya ingin membuktikannya dengan aksi nyata dan kerja yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Dari Banjar hingga Pertanian Organik
Kamardiyana bukan sosok baru dalam kegiatan kemasyarakatan di Desa Pejeng. Ia selama ini dikenal sebagai Kelian Banjar Dinas Panglan dan aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat serta pemberdayaan potensi lokal.
Di sektor pertanian, Kamardiyana merupakan salah satu penggerak kegiatan pertanian berbasis komunitas melalui Mai Organic Farm di kawasan Pejeng.
Mai Organic Farm yang didirikan sejak 2016 dikembangkan dengan konsep yang menggabungkan pertanian, pariwisata, edukasi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Aktivitas tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus mengembangkan potensi pertanian secara berkelanjutan.
Pengalaman di bidang pertanian tersebut kemudian menjadi salah satu modal Kamardiyana dalam melihat potensi ekonomi Desa Pejeng. Menurutnya, sektor pertanian tidak hanya memiliki nilai produksi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari edukasi, pariwisata dan penggerak ekonomi masyarakat.
Selain pertanian, Kamardiyana juga dikenal terlibat dalam kegiatan konservasi di wilayah Pejeng. Ia menjadi salah satu inisiator komunitas Curik Bali di Pejeng, yang bergerak dalam upaya pelestarian dan pelepasliaran burung curik Bali di sekitar wilayah tersebut.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kepeduliannya terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Desa Pejeng.
Usung “Pejeng Mantap”
Dalam pencalonannya sebagai Perbekel Pejeng, Kamardiyana membawa semangat “Pejeng Mantap”, yang merupakan akronim dari Muda, Amanah, Ngayah, Tulus, Aktif Berinovasi dan Peduli.
Gagasan tersebut menjadi landasan yang ditawarkan kepada masyarakat dalam menghadapi kontestasi Pilkel Pejeng. Kamardiyana juga membawa gagasan gerakan dari konservasi menuju kesejahteraan.
Menurutnya, potensi lingkungan, pertanian, budaya dan sumber daya masyarakat harus dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Potensi yang kita miliki harus dijaga sekaligus dikembangkan. Konservasi jangan hanya berhenti pada menjaga lingkungan, tetapi harus bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebelum aktif mengembangkan kegiatan pertanian, Kamardiyana disebut memiliki pengalaman bekerja sebagai manajer pada sebuah perusahaan travel. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan hingga dirinya terjun dalam pengembangan pertanian dan pemberdayaan masyarakat di Pejeng.
Dari aktivitas berkebun, ia mulai membangun kerja sama dengan petani lokal. Kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi komunitas Mai Organic Farm yang menggabungkan pertanian dengan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Dengan mendapatkan nomor urut 1, Kamardiyana kini bersiap melanjutkan tahapan Pilkel Pejeng bersama dua kandidat lainnya. Ia berharap kontestasi berlangsung secara sehat dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu membawa Desa Pejeng semakin berkembang.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana kontestasi ini tetap menjadi bagian dari proses demokrasi di desa. Apapun hasilnya nanti, persatuan masyarakat Pejeng harus tetap dijaga,” katanya.
Pengundian nomor urut menjadi salah satu tahapan penting sebelum pelaksanaan pemilihan. Tiga kandidat yang telah mendapatkan nomor urut selanjutnya akan mengikuti tahapan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Masyarakat Desa Pejeng pun diharapkan dapat mengikuti seluruh rangkaian Pilkel dengan aktif serta menggunakan hak pilih secara bijak untuk menentukan pemimpin desa yang akan membawa arah pembangunan Pejeng ke depan.sr


