Peristiwa

KDM Siap Bertarung di Pilkel Desa Mas, Usung Semangat Regenerasi dan Pemerintahan Desa yang Transparan

Rekam jejak kepemimpinannya dimulai sejak masa sekolah sebagai Ketua OSIS SMK Negeri 1 Mas Ubud

ortibali.id
ortibali.id
Minggu, 12 Juli 2026 • 07:15 WITA 4 mnt baca 148
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.d, Kontestasi Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 di Kabupaten Gianyar mulai menghadirkan wajah-wajah baru. Di Desa Mas, Kecamatan Ubud, nama I Kadek Dwi Mahendra Putra, S.E., M.M. atau yang akrab disapa KDM menjadi salah satu figur muda yang mencuri perhatian publik.

Pria asal Banjar Batanancak ini dinilai membawa semangat regenerasi kepemimpinan desa dengan menggabungkan bekal pendidikan, pengalaman organisasi, kewirausahaan, serta kedekatan dengan adat dan budaya Bali.

Jika di Jawa Barat singkatan KDM identik dengan Kang Dedi Mulyadi, di Desa Mas sebutan tersebut kini melekat pada Kadek Dwi Mahendra Putra. Kehadirannya dalam dinamika Pilkel Desa Mas menjadi pembicaraan masyarakat karena dianggap mewakili generasi muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan desa.

KDM lahir di Gianyar pada 6 Juli 1996. Ia merupakan putra dari Ir. I Wayan Suwija, M.M., yang pernah menjabat sebagai Camat Ubud periode 2021–2023. Meski demikian, KDM menegaskan bahwa dirinya ingin dikenal melalui karya, pengabdian, dan kapasitas yang dibangun selama ini di tengah masyarakat.

Di bidang akademik, KDM menyelesaikan pendidikan Sarjana Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Warmadewa pada 2018. Semangat belajarnya berlanjut hingga meraih gelar Magister Manajemen dari kampus yang sama pada 2020 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,86.

Rekam jejak kepemimpinannya dimulai sejak masa sekolah sebagai Ketua OSIS SMK Negeri 1 Mas Ubud. Saat menjadi mahasiswa, ia dipercaya memimpin Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa dan Ketua Forum Komunikasi Unit Universitas Warmadewa.

Di organisasi kepemudaan, KDM aktif sebagai Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) Gianyar selama dua periode, yakni 2021–2024 dan kembali dipercaya memimpin periode 2024–2027.

Selain itu, ia juga menjabat sebagai Pengurus Pusat Nusantara Pratisentana Bandesa Manik Mas Bidang Kewirausahaan serta menjadi anggota Badan Pengawas LPD Desa Mas.

Dalam dunia usaha, KDM mengembangkan Pondok Piranti Dekorasi sejak 2014 dan Pondok Piranti Wastra sejak 2019. Kedua usaha tersebut bergerak di bidang dekorasi adat, wastra, dan ekonomi kreatif yang mendukung berbagai kegiatan adat, budaya, dan keagamaan di Bali.

Tak hanya aktif sebagai organisator dan pengusaha, KDM juga dikenal sebagai seniman Drama Gong yang masih rutin tampil dalam berbagai pementasan. Ia pun aktif ngayah dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan di Desa Mas.

Menurut KDM, keputusannya maju dalam Pilkel Desa Mas dilandasi keinginan untuk memberikan pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat.

"Saya maju bukan semata-mata untuk sebuah jabatan, tetapi karena ingin mengabdikan diri bagi Desa Mas. Saya percaya desa ini memiliki potensi yang sangat besar. Dengan semangat kebersamaan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta keterlibatan seluruh masyarakat, kita bisa membawa Desa Mas menjadi desa yang semakin maju tanpa kehilangan identitas adat dan budayanya," ujarnya.

Ia menilai pembangunan desa harus dilakukan secara terbuka dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, mulai dari desa adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, hingga pelaku UMKM.

"Saya ingin membangun pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses masyarakat. Setiap program harus lahir dari kebutuhan warga, bukan hanya keputusan pemerintah desa. Kolaborasi adalah kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat," katanya.

KDM juga menaruh perhatian besar terhadap pemberdayaan generasi muda. Menurutnya, anak muda Desa Mas memiliki kreativitas dan potensi besar yang perlu difasilitasi melalui pelatihan, penguatan ekonomi kreatif, digitalisasi, hingga pembukaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

"Generasi muda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku utama pembangunan desa. Pemerintah desa harus mampu menciptakan ruang bagi anak muda untuk berkarya, berinovasi, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai adat dan budaya yang menjadi kebanggaan Desa Mas," ungkapnya.

Selain itu, ia berkomitmen memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mendukung pelestarian seni dan budaya, serta mengembangkan sektor ekonomi masyarakat melalui potensi pariwisata, UMKM, dan industri kreatif.

Dengan kombinasi pengalaman organisasi, latar belakang akademik, aktivitas sosial, kewirausahaan, dan kedekatan dengan adat istiadat, KDM menjadi salah satu figur muda yang dipandang membawa warna baru dalam kontestasi Pilkel Desa Mas 2026.

Seiring dimulainya tahapan Pemilihan Perbekel Serentak di Kabupaten Gianyar, dinamika politik di tingkat desa diperkirakan akan semakin menarik. Kehadiran figur muda seperti KDM menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang diharapkan mampu menghadirkan inovasi sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang telah menjadi fondasi kehidupan masyarakat Desa Mas.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan