Peristiwa

Koster Laporkan Sukses 16 Agenda Bulan Bung Karno 2026 di Hadapan Megawati, Tegaskan PDI Perjuangan Hadir dari Rakyat dan untuk Rakyat

Rangkaian kegiatan selama empat bulan dinilai menjadi implementasi nyata Trisakti Bung Karno melalui penguatan ideologi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi rakyat, hingga pembinaan generasi muda di Bali.

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 29 Juni 2026 • 06:09 WITA 5 mnt baca 208
Bagikan:

DENPASAR – ortibali.id, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali sekaligus Gubernur Bali dua periode, Wayan Koster, melaporkan keberhasilan penyelenggaraan Bulan Bung Karno Tahun 2026 di hadapan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Penyampaian laporan tersebut berlangsung dalam puncak Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru Sanur, Kota Denpasar, Minggu (28/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Megawati didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo serta Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Ribuan kader, simpatisan, tokoh masyarakat, serta tamu undangan turut menghadiri kegiatan yang menjadi agenda tahunan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Di hadapan jajaran pimpinan partai, Wayan Koster menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 telah dilaksanakan sejak Maret hingga Juni sebagai implementasi tema "Setialah Kepada Sumbermu." Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

"Kegiatan Bulan Bung Karno tidak berhenti sebagai seremoni ataupun perlombaan semata. Seluruh rangkaian menjadi ruang pendidikan ideologi, pemberdayaan masyarakat, pelestarian kebudayaan, penguatan ekonomi kerakyatan, pembinaan generasi muda, hingga pengabdian nyata kepada rakyat," ujar Koster.

Ia menegaskan, seluruh pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan PDI Perjuangan selalu bersumber dari rakyat dan akan kembali sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.

Enam Belas Agenda Representasikan Trisakti Bung Karno

Koster memaparkan sedikitnya 16 kegiatan utama yang telah digelar selama Bulan Bung Karno 2026. Seluruh kegiatan dirancang untuk mengimplementasikan ajaran Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Agenda diawali dengan penyelenggaraan Liga Kampung Soekarno Cup III Tahun 2026 yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 25 Mei 2026. Kompetisi sepak bola usia 17 tahun tersebut mempertemukan tim terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali dan disaksikan sekitar 20 ribu penonton. Melalui olahraga, generasi muda dibina agar memiliki karakter disiplin, sportif, sehat, serta menjunjung tinggi semangat gotong royong.

Pada sektor pelestarian budaya, DPD PDI Perjuangan Bali menyelenggarakan Utsawa Widyatarka Susastra Bali yang diikuti 63 regu mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Kompetisi tersebut menjadi wadah menjaga keberlangsungan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai identitas budaya daerah.

Selain itu, digelar pula Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru yang bertujuan memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada generasi muda agar memahami visi pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat juga diwujudkan melalui Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang melibatkan ratusan peserta lansia dari seluruh Bali.

Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Produk Lokal

Dalam laporannya, Koster menjelaskan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan menjadi salah satu fokus utama Bulan Bung Karno Tahun 2026.

Melalui Lomba Mixology Arak Bali dan Lomba Barista Kopi Bali, generasi muda diberi ruang mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan nilai tambah produk-produk unggulan daerah.

Khusus mengenai kopi Bali, Koster mengungkapkan bahwa tiga kawasan penghasil kopi terbaik di Bali, yakni Kintamani (Bangli), Pupuan (Tabanan), dan Banyuatis (Buleleng), telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis atas arahan Megawati Soekarnoputri.

"Ketiga wilayah penghasil kopi tersebut kini memiliki perlindungan Indikasi Geografis sehingga semakin meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing kopi Bali," jelasnya.

Penguatan ekonomi kreatif juga diwujudkan melalui penyelenggaraan sosialisasi sertifikasi kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM, seniman, mahasiswa, hingga pelaku industri kreatif agar karya-karya masyarakat memperoleh perlindungan hukum.

Pelestarian Budaya Menjadi Pilar Utama

Bulan Bung Karno 2026 juga diwarnai berbagai kompetisi seni dan budaya, seperti Lomba Bapang Barong Ket, Mekendang Tunggal, Fashion Show Tenun Endek Bali, Lomba Desain Motif Endek Bali, hingga Lomba Baca Puisi.

Menurut Koster, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Ia menambahkan bahwa kebijakan penggunaan busana Endek Bali setiap hari Selasa telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri tenun lokal dan meningkatkan kesejahteraan para perajin.

"Hari ini seluruh peserta menggunakan busana Endek Bali. Kebijakan penggunaan Endek setiap hari Selasa telah membuat industri kerajinan ini berkembang sangat pesat dan menjadi sumber ekonomi masyarakat Bali," katanya.

Politik Hijau dan Kepedulian Lingkungan

Komitmen terhadap kelestarian lingkungan diwujudkan melalui Gerakan Merawat Pertiwi yang melibatkan sekitar 10 ribu peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, petani, nelayan, komunitas lingkungan, masyarakat umum, hingga kader partai.

Selain aksi penghijauan, DPD PDI Perjuangan Bali juga menyelenggarakan Lomba Konten Kreatif Bali Bersih Sampah sebagai media edukasi kepada generasi muda agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui pendekatan digital.

Pendidikan Ideologi dan Karakter Bangsa

Sebagai partai ideologi, PDI Perjuangan juga menggelar Upacara Hari Lahir Pancasila secara serentak di seluruh Bali serta peringatan 125 Tahun Kelahiran Bung Karno yang mengusung tema Satyam Eva Jayate.

Momentum tersebut, menurut Koster, menjadi sarana memperkuat pendidikan ideologi Pancasila, membangun karakter kebangsaan, serta meneguhkan semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru berhasil menghimpun 453 tim atau sekitar 1.812 peserta dari berbagai kalangan sebagai wadah menyerap gagasan strategis untuk pembangunan Bali hingga tahun 2125.

PDI Perjuangan Disebut Bukan Sekadar Partai Elektoral

Mengakhiri laporannya, Wayan Koster menegaskan bahwa keseluruhan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 membuktikan implementasi nyata Trisakti Bung Karno dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, aspek berdaulat dalam politik diwujudkan melalui pendidikan ideologi dan penguatan karakter bangsa, berdikari dalam ekonomi melalui pengembangan UMKM, kopi Bali, arak Bali, tenun Endek, serta ekonomi kreatif, sedangkan berkepribadian dalam kebudayaan diwujudkan melalui pelestarian bahasa, sastra, seni, dan budaya Bali.

"Seluruh kegiatan ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan bukan hanya partai politik elektoral. PDI Perjuangan adalah partai ideologi, partai pelopor, partai gotong royong, dan rumah perjuangan kaum marhaen," tegas Koster.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Megawati Soekarnoputri atas arahan ideologis yang terus menjadi inspirasi perjuangan kader PDI Perjuangan di Bali. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Prananda Prabowo yang dinilai terus mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Koster mengajak seluruh kader menjadikan Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, merawat bumi pertiwi, memajukan kebudayaan bangsa, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Raya sebagaimana diwariskan oleh Bung Karno.


ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan