Peristiwa

Lalat Buah Hantui Kebun Jeruk Payangan, Produksi Turun hingga 30 Persen

Produksi jeruk hingga 20–30 persen dalam satu musim panen.

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 25 Mei 2026 • 12:55 WITA 2 mnt baca 289
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Serangan hama lalat buah menjadi ancaman serius bagi petani jeruk di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Hama ini disebut sebagai faktor utama penyebab menurunnya hasil panen, bahkan mengakibatkan kerugian besar bagi petani setiap musim produksi.

Kepala Desa Buahan Kaja, I Wayan Wirtama, mengatakan lalat buah merupakan hama paling dominan yang menyerang tanaman jeruk dibandingkan gangguan pertanian lainnya. Dampaknya tidak hanya merusak kualitas buah, tetapi juga mengurangi jumlah hasil panen secara signifikan.

Menurut Wirtama, serangan lalat buah dapat 1 produksi jeruk hingga 20–30 persen dalam satu musim panen. Kondisi tersebut membuat pendapatan petani ikut menurun dan menjadi tantangan yang terus berulang setiap tahun.

Ia menjelaskan, kerusakan akibat lalat buah lebih sulit ditangani dibandingkan penyakit tanaman seperti pembusukan pada batang atau cabang. Jika pembusukan hanya menyerang sebagian tanaman, petani masih dapat melakukan pemangkasan untuk merangsang pertumbuhan cabang baru yang produktif. Namun, serangan lalat buah langsung berdampak pada kualitas dan kuantitas buah yang dihasilkan.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Buahan Kaja berharap adanya dukungan dari kalangan akademisi untuk membantu petani menemukan solusi pengendalian hama yang lebih efektif. Inovasi teknologi pertanian dinilai penting untuk menekan serangan lalat buah sekaligus meningkatkan produktivitas kebun jeruk di wilayah tersebut.

Selain pengendalian hama, petani juga membutuhkan pendampingan terkait teknik budidaya, pengolahan pupuk, hingga pola pemeliharaan tanaman yang lebih baik. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani jeruk.

Menanggapi keluhan petani, Ketua Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa, I Gusti Bagus Udayana, menekankan pentingnya penerapan teknik budidaya yang tepat. Salah satu yang disorot adalah penggunaan pupuk kandang yang masih sering diaplikasikan secara langsung tanpa proses fermentasi.

Menurutnya, pupuk organik perlu difermentasi terlebih dahulu agar unsur hara lebih mudah diserap tanaman. Selain itu, pengendalian hama yang dilakukan secara berkelanjutan harus berjalan seiring dengan perbaikan pola pemeliharaan tanaman.

"Dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan pengendalian hama yang konsisten, produktivitas jeruk di Payangan dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan," ujarnya.

Petani berharap kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan kelompok tani dapat segera menghasilkan solusi konkret untuk mengatasi serangan lalat buah yang selama ini menjadi momok bagi sentra jeruk di Payangan.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan