GIANYAR – ortibali.id, Kondisi memprihatinkan dialami Ni Wayan Nori, seorang janda lanjut usia yang tinggal bersama putra semata wayangnya, I Wayan Astika, di Banjar Banda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Di tengah keterbatasan yang mereka alami, keluarga tersebut justru tidak lagi masuk dalam prioritas penerima bantuan sosial pemerintah akibat data kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, saat meninjau langsung kediaman keluarga tersebut, terlihat Ni Wayan Nori, Minggu ( 21/06/26k, red mengalami kondisi linglung atau kebingungan akibat faktor usia. Sementara itu, suaminya telah meninggal dunia dan putra satu-satunya, I Wayan Astika, diketahui mengalami gangguan jiwa sehingga tidak mampu bekerja maupun merawat ibunya secara optimal.
" masak keluarga seperti ini masuk desil tujuh, harusnya satu, coba nanti, bagaimana itu Kadis Sosial", katanya.
Kondisi rumah yang mereka tempati juga memerlukan perhatian serius. Bangunan tampak kurang terawat, sementara kamar mandi mengalami kerusakan dan salurannya mampet sehingga tidak dapat digunakan dengan layak.
Ironisnya, berdasarkan hasil pengecekan data kesejahteraan, keluarga tersebut tercatat berada pada Desil 7, bahkan sebelumnya sempat masuk Desil 10, yang menunjukkan kategori ekonomi menengah ke atas. Status tersebut membuat mereka tidak lagi menjadi prioritas penerima bantuan sosial reguler, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Melihat kondisi tersebut, instruksi langsung diberikan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk segera turun ke lokasi melakukan pendataan ulang agar data keluarga tersebut sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Selain pendataan ulang, Dinas Sosial juga diminta memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan dasar keluarga tersebut, termasuk memperbaiki fasilitas kamar mandi yang rusak agar dapat kembali digunakan.
Kasus ini menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya akurasi data penerima bantuan sosial. Ketidaksesuaian data berpotensi menyebabkan warga yang benar-benar membutuhkan justru tidak memperoleh akses terhadap program bantuan pemerintah.
Harapannya, setelah dilakukan verifikasi dan pembaruan data, Ni Wayan Nori dan putranya dapat memperoleh bantuan yang sesuai sehingga kebutuhan hidup sehari-hari mereka dapat terpenuhi dengan lebih baik.sr


