GIANYAR – ortibali.id, LKP ( Overseas Training Center ) Bali Gianyar OTC Bali menegaskan bahwa kampus tetap beroperasi secara normal dan membantah berbagai isu yang beredar di masyarakat terkait dugaan kebangkrutan, penghentian operasional, hingga pemindahan kampus akibat pergantian manajemen.
Pihak kampus menyebut informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Seluruh aktivitas akademik, mulai dari proses perkuliahan hingga penerimaan mahasiswa baru, tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Direktur LKP OTC Bali, I Wayan Rediyasa, SE., M.Tr.Par., menjelaskan bahwa sejak awal tahun 2026 kampus memang tengah menjalankan proses pembenahan tata kelola organisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan lembaga.
"Yang terjadi saat ini bukanlah kampus berhenti beroperasi, melainkan proses pembenahan manajemen agar tata kelola institusi semakin baik. Seluruh kegiatan akademik tetap berjalan normal dan pelayanan kepada mahasiswa menjadi prioritas kami," tegasnya.
Menurut Rediyasa, berbagai isu yang berkembang belakangan justru dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah mahasiswa, alumni maupun masyarakat. Bahkan beredar informasi mengenai perpindahan kampus maupun pelaksanaan wisuda di tempat lain yang dipastikan tidak benar.
Ia mengimbau peserta latih dan alumni agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu memperoleh informasi melalui manajemen resmi OTC Bali.
Pembenahan Manajemen
Rediyasa menjelaskan, dinamika organisasi yang terjadi merupakan bagian dari proses restrukturisasi internal. Sekitar 95 persen jajaran manajemen lama telah mengundurkan diri.
Menurutnya, sebagian besar pengelola yang mengundurkan diri tersebut baru bergabung pada tahun 2017, sedangkan fondasi pengelolaan OTC Bali telah dibangun sejak 23 Mei 2014.
Sebagai bagian dari pembenahan kelembagaan, pada 29 Januari 2026 pihak kampus menunjuk konsultan hukum untuk mendampingi penyempurnaan sistem manajemen, khususnya terkait transparansi keuangan, pola kerja sama, serta memastikan seluruh aktivitas kelembagaan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain pendampingan hukum, sejumlah konsultan internal juga ditugaskan melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek kelembagaan.
Dalam proses tersebut dibahas sejumlah hal strategis, mulai dari mekanisme kerja sama, sistem pengelolaan keuangan, hingga penyusunan pola kemitraan yang sesuai dengan regulasi.
Hasil kajian tersebut kemudian melahirkan rancangan kerja sama baru, termasuk skema pembagian hasil yang lebih transparan. Perbedaan pandangan terhadap skema tersebut disebut menjadi salah satu dinamika dalam proses pembenahan organisasi.
Meski sempat menghadapi keterbatasan tenaga administrasi akibat perubahan struktur organisasi, pihak kampus segera melakukan perekrutan pegawai baru sehingga pelayanan kepada mahasiswa tetap berjalan tanpa kendala berarti.
Lebih dari 7.000 Alumni Bekerja ke Luar Negeri
OTC Bali menyatakan sejak berdiri pada tahun 2014 telah berkomitmen menjadi lembaga pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia industri.
Dengan legalitas dari instansi terkait di bidang pendidikan maupun ketenagakerjaan, kampus mengusung visi menjadi lembaga pendidikan yang terpercaya di tingkat global.
Selama periode 2014 hingga 2026, pihak kampus mengklaim telah berhasil mengantarkan lebih dari 7.000 alumni bekerja di luar negeri, termasuk pada industri perhotelan internasional dan kapal pesiar.
Menurut Rediyasa, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja melalui kolaborasi erat dengan industri.
"Fokus kami bukan hanya menghasilkan lulusan, tetapi memastikan mereka memiliki kompetensi, karakter disiplin, serta jaringan industri yang kuat sehingga siap bersaing di pasar kerja internasional," ujarnya.
Kurikulum Disesuaikan Kebutuhan Industri
Dalam pengembangan akademik, OTC Bali terus melakukan penyempurnaan kurikulum agar semakin mendekati kebutuhan industri.
Selain memperkuat kerja sama dengan dunia usaha di dalam negeri, kampus juga memperluas kemitraan internasional di sejumlah negara seperti, Hongkong, Malaysia, Jepang, Turki, Yunani, serta beberapa negara tujuan penempatan tenaga kerja lainnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk membuka peluang kerja yang semakin luas bagi para lulusan sekaligus mendukung program pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, kampus juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai organisasi profesi maupun dunia industri guna memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi siswa
Sertifikasi Kompetensi dan Program Magang Internasional
OTC Bali juga memperkuat kualitas lulusan melalui program sertifikasi kompetensi di bidang perhotelan dan kapal pesiar.
Program tersebut didukung oleh lembaga sertifikasi profesi serta berbagai fasilitas uji kompetensi, termasuk kerja sama dengan pemerintah daerah yang memberikan kesempatan uji kompetensi secara gratis bagi siswa.
Selain itu, kampus mengembangkan program kuliah yang dipadukan dengan magang ke luar negeri serta program penempatan kerja internasional.
Program tersebut diharapkan mampu membantu peserta latih memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kemampuan finansial selama masa pendidikan.
Mahasiswa Baru Terus Bertambah
Di tengah isu yang beredar, OTC Bali justru mencatat peningkatan jumlah siswa baru.
Hingga saat ini telah tercatat 68 peserta baru yang resmi mendaftar, dan jumlah tersebut masih terus bertambah seiring proses penerimaan mahasiswa baru yang masih berlangsung.
Manajemen menilai kepercayaan masyarakat terhadap OTC Bali tetap terjaga, bahkan terus meningkat.
Saat ini jaringan OTC disebut telah hadir di delapan wilayah di Bali dengan dukungan fasilitas praktik yang semakin lengkap, termasuk laboratorium Kitchen, Restaurant, dan Bar berstandar hotel bintang lima guna menunjang proses pembelajaran berbasis industri.
Harap Pemerintah Bertindak Adil
Dalam kesempatan tersebut, manajemen juga berharap pemerintah dapat menjalankan fungsi pengawasan secara objektif dan adil, khususnya terkait aspek perizinan serta penegakan aturan terhadap seluruh lembaga pendidikan.
Pihak kampus juga menyoroti adanya dugaan oknum di luar institusi yang memanfaatkan atau mendompleng nama serta merek OTC Bali. Manajemen berharap praktik semacam itu tidak kembali terjadi dan seluruh pihak dapat bersaing secara sehat sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami tetap konsisten menjalankan organisasi berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang dimiliki. Fokus kami adalah meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kepercayaan masyarakat, memperluas jaringan industri, serta membuka semakin banyak peluang kerja bagi lulusan, baik di dalam maupun luar negeri," tutup Rediyasa.sr


