GIANYAR – ortibali.id, Semangat dan kreativitas pelajar Kabupaten Gianyar kembali mendapat panggung di tingkat Provinsi Bali. Perwakilan Gianyar sukses menampilkan performa terbaik dalam berbagai cabang lomba pada rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang digelar di Denpasar.
Pada Kamis (2/7), siswa-siswi SMA Negeri 1 Gianyar tampil memukau dalam Lomba Paduan Suara yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Centre) Denpasar. Penampilan mereka mendapat apresiasi berkat harmonisasi vokal, kekompakan, serta penghayatan lagu yang ditampilkan di hadapan dewan juri dan para tamu undangan.
Sehari sebelumnya, perwakilan Kabupaten Gianyar juga menunjukkan prestasi membanggakan pada dua cabang lomba lainnya. Tim dari SMK Werdhi Sila Kumara mengikuti Lomba Mengolah Menu Pangan Lokal Non Beras dan Ikan, sementara tim SMA Negeri 1 Sukawati tampil penuh percaya diri dalam Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berlangsung di Gedung Wanita Narigraha.
Ketiga lomba tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan diikuti perwakilan pelajar SMA/SMK dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.
Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, serta dihadiri para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali.
Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan keikutsertaan Gianyar bukan sekadar memenuhi agenda perlombaan, melainkan menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui proses seleksi dan pelatihan yang matang.
Menurutnya, persiapan telah dilakukan jauh hari dengan memetakan potensi pelajar di seluruh SMA dan SMK di Kabupaten Gianyar. Peserta dipilih berdasarkan bakat serta kemampuan di bidang masing-masing, kemudian mendapatkan pembinaan intensif bersama pihak sekolah dan tim pendamping.
"Kami ingin memberikan penampilan yang terbaik. Karena itu, persiapan dilakukan sejak awal melalui pemetaan potensi siswa di masing-masing sekolah, pembentukan tim pendamping, hingga latihan secara maksimal agar mereka siap tampil membawa nama Kabupaten Gianyar," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan para peserta tampil maksimal tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Gianyar, sekolah, pelatih, hingga orang tua yang terus memberikan dukungan selama proses latihan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun rasa percaya diri para peserta sehingga mampu menunjukkan kemampuan terbaik di tingkat provinsi.
"Harapan kami tentu dapat meraih hasil terbaik. Namun yang terpenting, seluruh peserta sudah berjuang dan memberikan kemampuan maksimal untuk mengharumkan nama Kabupaten Gianyar. Semoga usaha dan kerja keras ini membuahkan hasil yang membanggakan," katanya.
Selain kualitas penampilan, perhatian juga diberikan pada aspek visual melalui kostum yang dirancang khusus untuk setiap cabang lomba.
Desainer kostum Kabupaten Gianyar, Dika Saskara, mengungkapkan seluruh rancangan busana dibuat berdasarkan arahan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar dengan mengangkat identitas budaya lokal sekaligus memperkuat karakter penampilan peserta.
Ia menjelaskan, kostum senam mengusung semangat patriotisme melalui dominasi warna merah putih yang dipadukan dengan simbol Garuda. Sementara kostum paduan suara dirancang untuk menggambarkan semangat generasi muda yang terus bertumbuh, kreatif, dan berani tampil.
Menariknya, seluruh kostum menggunakan kain tenun hasil produksi UMKM Kabupaten Gianyar sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal sekaligus promosi kekayaan wastra daerah.
"Sejak awal, Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar memberikan arahan mengenai konsep yang ingin ditampilkan. Dari arahan tersebut saya mengembangkan desain yang sarat makna. Seluruh kostum juga menggunakan kain tenun produksi UMKM Kabupaten Gianyar sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal," jelas Dika.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa penyelenggaraan berbagai lomba dalam HKG PKK tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar didorong untuk memiliki pola hidup sehat, mencintai pangan lokal, melestarikan budaya Bali, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.
"Melalui lomba ini, Ibu berharap anak-anak tetap menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, mencintai budaya Bali, serta terus mengasah kemampuan yang nantinya akan menjadi bekal dalam membangun keluarga dan daerah," ujarnya.
Partisipasi aktif Kabupaten Gianyar dalam berbagai cabang lomba HKG PKK ke-54 menunjukkan komitmen daerah dalam membina generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, serta kecintaan terhadap budaya dan produk lokal. Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, Gianyar optimistis mampu meraih hasil terbaik sekaligus terus mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Bali.sr


