GIANYAR, ortibali.id – Upaya menekan angka kebutaan yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat terus dilakukan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Bali. Melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis dan skrining kesehatan mata yang digelar di Wantilan Serbaguna Pasar Yadnya, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Minggu (5/7/2026), ratusan warga mendapatkan akses layanan kesehatan mata tanpa dipungut biaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti PERDAMI ke-62 sekaligus menandai dimulainya Bulan Bakti PERDAMI ke-2 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai 5 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Mengusung tema "One Doctor One Sight", seluruh dokter spesialis mata di Bali bergotong royong memberikan kontribusi agar semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh kembali penglihatannya. Dalam pelaksanaannya, PERDAMI Bali juga menggandeng John Fawcett Foundation sebagai mitra strategis dalam penanggulangan kebutaan akibat katarak.
Ketua Panitia kegiatan, dr. Cynthia Dewi M., Sp.M, mengatakan bakti sosial ini merupakan bentuk pengabdian profesi kepada masyarakat sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mata melalui pemeriksaan sejak dini.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan mata secara gratis, tetapi juga memperoleh edukasi mengenai kesehatan mata, pemeriksaan ketajaman penglihatan, pemberian kacamata bagi yang membutuhkan, hingga operasi katarak bagi pasien yang memenuhi indikasi medis.
"Pelaksanaan bakti sosial ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan mata secara gratis, mulai dari skrining kesehatan mata, penyuluhan dan edukasi, pemberian kacamata bagi yang membutuhkan, hingga operasi katarak bagi pasien yang memenuhi indikasi medis," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PERDAMI Bali, dr. Cokorda Istri Dewiyani P., Sp.M (K), menjelaskan kegiatan di Gianyar menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperluas akses pelayanan kesehatan mata sekaligus mengurangi angka kebutaan yang masih didominasi oleh kasus katarak.
Ia mengatakan, selain operasi katarak, masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan berbagai penyakit mata lainnya seperti skrining diabetik retinopati, glaukoma, gangguan refraksi, serta konsultasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata.
"Hari ini kita serentak di seluruh Indonesia mengadakan bakti sosial dalam rangka Hari Bakti PERDAMI ke-62. Di Gianyar, kami mengadakan operasi katarak, skrining kesehatan mata, dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mata," katanya.
Menurut Dewiyani, edukasi menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan tindakan medis. Banyak penyakit mata berkembang tanpa gejala yang disadari penderita sehingga sering terlambat mendapatkan penanganan.
Ia menegaskan bahwa katarak hingga kini masih menjadi penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat disembuhkan melalui tindakan operasi.
"Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan yang dapat dipulihkan melalui operasi. Jika terdeteksi lebih awal, hasil penanganannya tentu akan lebih optimal," ujarnya.
Dalam kegiatan di Gianyar, PERDAMI Bali menargetkan sekitar 200 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan mata. Dari hasil skrining tersebut, sekitar 20 pasien dijadwalkan menjalani operasi katarak gratis sesuai indikasi medis yang ditetapkan oleh dokter.
Pelaksanaan bakti sosial ini melibatkan 114 dokter spesialis mata yang tergabung dalam PERDAMI Bali serta didukung sekitar 10 hingga 15 dokter muda yang membantu proses pelayanan mulai dari registrasi, pemeriksaan awal, hingga pendampingan pasien.
Menariknya, seluruh pendanaan kegiatan berasal dari kontribusi para dokter spesialis mata di Bali. Semangat gotong royong tersebut diwujudkan melalui gerakan One Doctor One Sight, di mana setiap dokter berpartisipasi membantu satu pasien memperoleh kembali penglihatannya.
"Kami bahu-membahu dan bergotong royong. Semua dana berasal dari dokter mata sendiri. Sesuai tema One Doctor One Sight, setiap dokter berkontribusi membantu satu pasien mendapatkan kembali penglihatannya," jelas Dewiyani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada John Fawcett Foundation yang selama bertahun-tahun menjadi mitra aktif PERDAMI dalam penyelenggaraan operasi katarak gratis dan berbagai program pelayanan kesehatan mata di Bali.
Secara nasional, Bulan Bakti PERDAMI ke-2 akan berlangsung selama satu bulan penuh. Kegiatan meliputi identifikasi dan pendaftaran pasien, skrining kesehatan mata, operasi katarak gratis, pemantauan pascaoperasi, hingga evaluasi hasil pelayanan di berbagai daerah di Indonesia.
Melalui gerakan One Doctor One Sight, PERDAMI berharap semakin banyak masyarakat yang kembali dapat melihat dengan baik sehingga kualitas hidup, produktivitas, dan kemandirian mereka meningkat.
Sebagai penutup rangkaian Bulan Bakti PERDAMI 2026, organisasi profesi tersebut juga berencana mengajukan pencatatan kepada Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori pelaksanaan operasi katarak gratis serentak selama satu bulan dengan jumlah tindakan terbanyak dan cakupan wilayah terluas di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara tenaga medis, organisasi profesi, lembaga mitra, dan masyarakat, PERDAMI optimistis upaya menekan angka kebutaan akibat katarak dapat semakin efektif sekaligus mewujudkan akses pelayanan kesehatan mata yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.sr


