Pariwisata

Polda Bali Panen Raya Jagung Serentak, Produksi Capai 44,10 Ton dari 5,77 Hektare

Bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan

Satya Raditya
Satya Raditya
Kamis, 05 Juni 2025 • 14:20 WITA 2 mnt baca 423
Bagikan:

GIANYAR, ORTIBALI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menggelar Panen Raya Serentak jagung di delapan wilayah kabupaten/kota di Bali, Kamis (5/5/2025), sebagai bagian dari program berkelanjutan memperkuat ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya, dengan total hasil panen mencapai 44,10 ton dari lahan seluas 5,77 hektare.


Panen simbolis dipusatkan di lahan pertanian seluas 0,21 hektare di Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar. Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi Kapolres Gianyar AKBP Umar serta sejumlah pejabat kepolisian.


“Kegiatan panen ini adalah bagian dari program berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan. Kami laksanakan di seluruh wilayah Bali dengan waktu yang disesuaikan masing-masing kabupaten,” ujar Irjen Pol. Daniel Adityajaya di sela kegiatan.


Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan kepada para petani berupa bibit jagung, pupuk kompos, dan alat semprot sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha tani.


Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menyebutkan panen kali ini merupakan yang ketiga dalam rangkaian program ketahanan pangan Polda Bali. Selain total panen 44,10 ton, panen lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 6–30 Juni 2025 dengan estimasi tambahan produksi sebesar 48,13 ton.


Adapun sebaran lahan panen mencakup delapan wilayah, Karangasem: 0,6 ha, Bangli: 0,5 ha, Gianyar: 0,21 ha, Buleleng: 0,29 ha, Jembrana: 2 ha,Tabanan: 1,32 ha, Klungkung: 0,35 ha, Denpasar: 0,5 ha.


Dari luas lahan ini, sebanyak 229 petani dari 37 kelompok tani terlibat dalam kegiatan panen ini.

Panen dilakukan secara manual dengan metode pengeringan langsung di pohon. Mayoritas hasil panen diserap oleh masyarakat setempat dan tidak melalui Bulog atau industri pakan ternak besar. Hal ini disebabkan kadar air dan kandungan aflatoksin pada jagung masih belum memenuhi standar penyimpanan jangka panjang.


Hingga kini, Bali hanya memiliki satu gudang penyimpanan jagung berkapasitas 3.000 ton di Kabupaten Tabanan. Namun, fasilitas tersebut belum bisa dimanfaatkan karena belum ada hasil panen yang memenuhi standar kelayakan penyimpanan.


Panen Raya ini juga terhubung secara nasional melalui konferensi video bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan komunitas petani dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat nasional.


redaksi ortibali.id


Satya Raditya
Jurnalis Orti Bali

Satya Raditya

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan