Nasional

Prabowo Resmikan dan Groundbreaking 1.700 SPPG, 15 Unit di Bali Dibangun Polda Bali

Polda Bali berharap operasional SPPG, termasuk di Gianyar, dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan

ortibali.id
ortibali.id
Jumat, 13 Februari 2026 • 13:53 WITA 3 mnt baca 461
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meresmikan dan melakukan groundbreaking 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, Jumat (13/2/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat intervensi pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu.

Di Provinsi Bali, sebanyak 15 unit SPPG dibangun oleh jajaran Polda Bali. Peninjauan sekaligus peresmian untuk wilayah hukum Polda Bali dipusatkan di Mapolsek Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Kegiatan itu dihadiri Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa.

Seizin Wakapolda Bali, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy menyatakan pihaknya berkomitmen penuh mendukung Program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan 15 unit SPPG Polri yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri untuk membantu meningkatkan kualitas gizi generasi muda Bali,” ujarnya.

Dari total 15 unit yang dibangun, sebanyak 10 unit telah diresmikan dan beroperasi. Sementara lima unit lainnya masih dalam tahap pembangunan, pemenuhan sarana dan prasarana, serta verifikasi kesiapan operasional sebelum difungsikan sepenuhnya di jajaran polres.

Polda Bali berharap operasional SPPG, termasuk di Gianyar, dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. Pengawasan dilakukan sesuai standar yang ditetapkan, melalui koordinasi dengan instansi terkait serta proses verifikasi dan pengendalian berkala guna memastikan kualitas makanan, kebersihan, dan distribusi tetap terjaga.

Dalam sambutannya secara nasional, Presiden Prabowo mengapresiasi inisiatif Polri yang terlibat dalam pembangunan SPPG meskipun program tersebut bukan tugas pokok institusi kepolisian. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kepedulian terhadap persoalan mendasar bangsa, yakni pemenuhan gizi sebagai fondasi ketahanan nasional.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat memang menjadi tugas utama, namun memastikan rakyat terbebas dari kelaparan dan kekurangan gizi juga merupakan bagian dari menjaga masa depan bangsa,” kata Presiden.

Program SPPG dinilai sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah dalam menekan angka stunting dan persoalan gizi buruk. Pemerintah menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teoritis, melainkan membutuhkan langkah konkret dan berkelanjutan.

Presiden juga menegaskan program pemenuhan gizi serupa telah diterapkan di puluhan negara, termasuk negara demokratis. Indonesia, kata dia, perlu mengambil langkah progresif agar mampu bersaing dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Berdasarkan data pemerintah, dari total target 23.000 SPPG di 38 provinsi, distribusi makanan telah mencapai sekitar 4 miliar porsi dengan tingkat kejadian keracunan makanan sekitar 0,006 persen.

Meski sempat menuai kritik dan dinilai berpotensi membebani anggaran negara, pemerintah menegaskan program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Indonesia, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Dengan perluasan pelaksanaan di berbagai daerah, pemerintah berharap SPPG menjadi salah satu strategi utama menekan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, serta memperkuat fondasi pembangunan nasional ke depan.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan