GIANYAR – ortibali.id, Seorang pria asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya di Banjar Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Kamis (4/6/2026) siang.
Korban diketahui berinisial H.P. (31), seorang wiraswasta yang selama ini tinggal sementara di rumah kos milik Ni Made Roji di wilayah Banjar Kebon, Desa Kedisan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 Wita. Informasi mengenai adanya warga yang ditemukan meninggal dunia kemudian diterima oleh Bhabinkamtibmas Desa Kedisan dan langsung diteruskan kepada jajaran Polsek Tegallalang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi, S.H., M.H., didampingi Kanit Reskrim IPDA I Nengah Suardika, S.H., Pawas AIPTU I Komang Eka Agusana beserta personel piket fungsi Polsek Tegallalang, segera mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Gianyar untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan saksi, yang merupakan pemilik rumah kos, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat hendak dibangunkan. Saksi menjelaskan bahwa dirinya mendatangi kamar korban karena hari sudah menjelang siang dan korban belum terlihat beraktivitas seperti biasanya.
Saat tiba di kamar korban, saksi melihat korban masih berada di atas tempat tidur dalam posisi tidur. Namun ketika dibangunkan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku. Menyadari kondisi tersebut, saksi kemudian memanggil adik kandung korban yang juga berada di lokasi serta anaknya untuk memastikan keadaan korban.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal dunia. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui bernama H.P., lahir di Banyuwangi pada 19 Mei 1994. Korban beragama Islam dan tercatat beralamat tetap di Dusun Sumberwangi, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Sekitar pukul 12.30 Wita, tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tegallalang, petugas Puskesmas Tegallalang I, dan Tim Inafis Polres Gianyar tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP. Petugas kemudian mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap kondisi jenazah.
Usai proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, sekitar pukul 14.00 Wita jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RS Payangan untuk dititipkan di ruang jenazah sambil menunggu proses lebih lanjut oleh pihak keluarga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dr. Gusti Ayu Inten Krisna Dewi dari Puskesmas Tegallalang I, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
Tim medis menemukan beberapa kondisi pada tubuh korban, antara lain lidah tergigit serta adanya lebam pada bagian punggung dan dada. Namun demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka yang mengarah pada tindak pidana. Selain itu, tidak ditemukan keluarnya kotoran dari anus korban.
Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, korban diduga meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.
Kapolsek Tegallalang AKP I Ketut Wiwin Wirahadi menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Namun berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan medis sementara, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
"Kami telah melakukan olah TKP bersama Tim Inafis dan tenaga medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit," ujar AKP I Ketut Wiwin Wirahadi dalam laporannya.
Kasus tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk memastikan seluruh fakta terkait penyebab kematian korban.sr


