GIANYAR – ortibali.id, Suasana Pantai Purnama, Desa Sukawati, Kabupaten Gianyar, mendadak gempar setelah warga menemukan sesosok pria dalam kondisi meninggal dunia di sela-sela batu pemecah ombak, Rabu (5/8/2026) siang. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengunjung pantai yang berada di sekitar lokasi.
Korban kemudian diketahui bernama Kadek Dedi Wiranata, pria kelahiran tahun 1991 yang berdomisili di kawasan Pemogan, Kota Denpasar. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian serba hitam dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tubuh terjepit di antara bebatuan pemecah ombak.
Laporan penemuan jenazah segera diteruskan kepada aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar. Tidak lama berselang, tim gabungan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Balawista, BPBD Gianyar, serta unsur terkait lainnya tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi.
Evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi korban berada di sela-sela batu pemecah ombak dengan medan yang licin dan cukup berbahaya. Petugas harus bekerja secara hati-hati agar proses pengangkatan jenazah dapat dilakukan dengan aman.
Setelah beberapa saat, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jenazah korban dari lokasi. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah Denpasar guna menjalani proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Di sekitar lokasi kejadian, petugas juga menemukan sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna putih yang diduga merupakan kendaraan milik korban. Kendaraan tersebut kemudian diperiksa sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, informasi awal diterima dari pemerintah desa setempat yang melaporkan adanya seorang pria tersangkut di bebatuan tanggul pemecah ombak.
"Informasi awal kami terima dari kepala desa, kemudian langsung ditindaklanjuti. Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tersangkut di bebatuan tanggul pemecah ombak," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan barang-barang milik korban turut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Berdasarkan dugaan sementara, korban diduga terpeleset saat berada di area tanggul pemecah ombak hingga terjatuh dan mengalami benturan keras pada bagian kepala. Namun demikian, dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Aparat masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti di lokasi kejadian untuk memastikan kronologi peristiwa secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di sekitar tanggul atau batu pemecah ombak yang memiliki permukaan licin dan berisiko membahayakan keselamatan, terlebih saat ombak sedang tinggi atau cuaca kurang bersahabat.sr


