GIANYAR – ortibali.id, Pemerintah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, terus menunjukkan komitmennya dalam membuka keterisolasian wilayah melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu program yang kini tengah dikerjakan adalah pembersihan tebing sekaligus pelebaran badan jalan menuju Banjar Alas Pujung.
Proyek yang dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Dana Bagi Hasil Retribusi (BHR) dengan total anggaran Rp579.600.600 itu saat ini masih berlangsung dan menunjukkan progres yang positif. Selain melibatkan tenaga kerja pelaksana, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat yang secara sukarela bergotong royong membantu proses pengerjaan.
Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembersihan semak belukar dan vegetasi liar di sepanjang tebing, pengangkatan material tanah dan batu yang berpotensi longsor, hingga pelebaran badan jalan agar akses transportasi menjadi lebih aman dan nyaman.
Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, Kamis (16/7/2026), menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan tersebut merupakan impian lama masyarakat Banjar Alas Pujung. Selama bertahun-tahun, warga mengalami keterbatasan akses menuju wilayahnya.
"Sebelumnya, apabila warga menggunakan kendaraan roda empat untuk menuju Banjar Alas Pujung, mereka harus memutar cukup jauh melalui Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jalur itu menjadi satu-satunya akses yang bisa dilalui mobil," ujar Warka.
Sementara itu, lanjutnya, warga yang menggunakan sepeda motor memang bisa melewati jalur yang lebih dekat melalui jalan setapak di antara tebing. Namun kondisi jalannya sangat sempit dan berbahaya sehingga memiliki risiko tinggi, terutama saat musim hujan.
"Jalur potong itu selama ini hanya bisa dilewati sepeda motor dan kondisinya sangat rawan. Karena itu, pelebaran jalan ini menjadi kebutuhan yang sangat mendesak demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat," katanya.
Menurut Warka, pembangunan akses tersebut bukan hanya bertujuan mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa. Infrastruktur jalan yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat pelayanan kepada masyarakat, serta membuka peluang pengembangan potensi desa di sektor pertanian maupun pariwisata.
"Harapan kami, setelah jalan ini selesai diperlebar, masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan akses. Aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian lebih efisien, dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat juga semakin cepat," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Banjar Alas Pujung yang tetap mempertahankan budaya gotong royong dalam setiap tahapan pembangunan.
"Keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh anggaran, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi kekuatan utama sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik sesuai harapan," tambahnya.
Pemerintah Desa Taro berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Dengan terbukanya akses yang lebih aman dan representatif, Banjar Alas Pujung diharapkan tidak lagi menghadapi hambatan transportasi seperti selama ini.
Pembangunan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Desa Taro dalam mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses jalan yang layak, aman, dan berkelanjutan.sr


