Peristiwa

Restoran The Jingga Villas di Nusa Lembongan Terbakar Dini Hari, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Api dengan cepat membesar karena sebagian besar atap bangunan menggunakan material alang-alang

ortibali.id
ortibali.id
Rabu, 22 Juli 2026 • 08:32 WITA 2 mnt baca 195
Bagikan:

KLUNGKUNG –ortibali.id, Kebakaran melanda bangunan restoran milik The Jingga Villas yang berlokasi di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Rabu (22/7/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WITA. Saat kejadian, karyawan sekaligus pelapor, I Ketut Supira (52), sedang berada di rumahnya ketika menerima telepon dari warga yang mengabarkan bahwa restoran di area penginapan tempatnya bekerja terbakar.

Mendapat informasi tersebut, Ketut Supira segera menuju lokasi. Namun, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), kobaran api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian atap restoran.

Diduga, api dengan cepat membesar karena sebagian besar atap bangunan menggunakan material alang-alang yang mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi cukup sulit pada awal kejadian.

Personel Polsubsektor Lembongan bersama masyarakat sekitar kemudian bergerak cepat melakukan upaya pemadaman secara gotong royong. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.00 WITA sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Selain melakukan pemadaman, petugas kepolisian juga langsung melakukan langkah-langkah penanganan dengan menerima laporan, mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, mendokumentasikan kondisi lokasi, serta membuat laporan resmi terkait peristiwa tersebut.

Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan para saksi, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, " ada dugaan kebakaran disebabkan konsleting, namun masih tetap akan dIlakukan penyelidikan," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, bangunan restoran mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap dan sejumlah fasilitas di dalamnya. Total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden ini karena saat kebakaran terjadi tidak ada aktivitas di dalam bangunan restoran.

Pihak kepolisian mengimbau para pemilik usaha, khususnya pengelola hotel, vila, dan restoran yang menggunakan material mudah terbakar seperti alang-alang, agar secara berkala melakukan pemeriksaan instalasi listrik serta menyediakan peralatan pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.sr


ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan