GIANYAR – ortibali.id, Upaya mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih nasional mendapat dukungan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Gerakan penanaman bawang putih secara serentak digelar di 17 provinsi, Rabu (19/8/2026), termasuk di wilayah hukum Polda Bali yang dipusatkan di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan penanaman bawang putih, tetapi juga dirangkai dengan panen bawang putih serta groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri. Agenda nasional ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan dan swasembada pangan.
Di Bali, kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Gubernur Bali I Wayan Koster, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Pangdam IX/Udayana, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati Gianyar, serta jajaran pejabat terkait.
Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengatakan, keterlibatan Polri dalam pengembangan pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana seluruh potensi lahan dan sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif dengan melibatkan masyarakat.
“Polri tentunya akan terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kita ingin potensi yang ada di daerah bisa dimaksimalkan, termasuk pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas yang memiliki nilai strategis,” ujar Daniel.
Ia menegaskan, kegiatan penanaman serentak harus menjadi momentum untuk membangun kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, kelompok tani dan seluruh pemangku kepentingan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni penanaman. Harus ada pendampingan, perawatan sampai dengan panen, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Menurut Daniel, Polri juga siap mendukung penguatan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk melalui pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Gudang tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari ekosistem ketahanan pangan, sehingga hasil produksi pertanian dapat dikelola dengan lebih baik.
“Dengan adanya gudang ketahanan pangan ini, kita berharap dapat mendukung pengelolaan hasil pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Bali,” imbuhnya.
Petani Tampaksiring Mulai Coba Bawang Putih
Di lokasi kegiatan, lahan pertanian yang dikelola petani memiliki luas sekitar 90 hektare. Namun, pemanfaatan lahan masih menghadapi persoalan pengairan karena sejumlah saluran irigasi mengalami kebocoran dan rembesan.
Dari total luasan tersebut, sekitar 63 hektare masih produktif ditanami padi. Sementara pengembangan bawang putih dilakukan pada lahan percontohan seluas sekitar 30 are.
Bagi sebagian petani di Subak Kumba, budidaya bawang putih merupakan pengalaman baru.
Pekaseh Subak Kumba, I Made Sila Krama, mengatakan sebelumnya masyarakat di wilayah tersebut belum pernah membudidayakan bawang putih dalam skala seperti saat ini.
Karena itu, petani membutuhkan pendampingan teknis agar mampu memahami karakter tanaman, pola tanam, pemupukan, perawatan hingga pengendalian hama dan penyakit.
“Untuk memaksimalkan penanaman bawang, kami membutuhkan dukungan peralatan, pupuk, hingga tenaga pendamping atau tim teknis yang bisa memberikan pemahaman terkait budidaya tanaman bawang,” ujar Sila.
Menurutnya, bantuan pupuk sejauh ini masih berjalan lancar selama persyaratan administrasi dapat dipenuhi.
Namun, persoalan yang masih menjadi perhatian utama adalah kondisi jaringan irigasi.
Sejumlah titik saluran mengalami kebocoran dan rembesan. Salah satu penyebabnya adalah lubang yang dibuat kepiting pada saluran, sehingga air yang seharusnya mengalir menuju lahan pertanian justru meresap dan tidak maksimal sampai ke sawah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian petani karena ketersediaan air merupakan faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan.
Petani berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan perbaikan jaringan irigasi secara permanen.
“Harapan kami saluran ini bisa dicor beton, bukan hanya dipasang batu. Kalau dibuat permanen, air bisa lebih maksimal sampai ke lahan,” kata Sila.
Petani Minta Dukungan Berkelanjutan
Persoalan serupa juga menjadi perhatian Pekaseh Subak Pulagan, I Nyoman Astika.
Ia menyambut baik program penanaman bawang putih dan keterlibatan berbagai pihak dalam mendorong sektor pertanian. Namun, menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan membutuhkan dukungan yang berkelanjutan.
Petani tidak hanya membutuhkan bantuan pada saat penanaman, tetapi juga pendampingan selama proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.
“Dukungan para pihak sangat diperlukan untuk kembali menggairahkan petani, baik petani padi maupun petani bawang,” ujarnya.
Astika berharap program tersebut mampu memberikan semangat baru kepada generasi petani untuk tetap mempertahankan lahan pertanian.
Apalagi, tantangan sektor pertanian semakin kompleks, mulai dari persoalan air, biaya produksi, ketersediaan tenaga kerja, sarana produksi hingga kepastian harga ketika hasil panen masuk ke pasar.
Tidak Berhenti di Seremoni
Gerakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi diharapkan menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri.
Khusus di Gianyar, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan komoditas bawang putih kepada petani yang sebelumnya belum terbiasa melakukan budidaya tanaman tersebut.
Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman dan panen seremonial. Keberlanjutan menjadi kunci agar petani benar-benar mampu mengembangkan bawang putih sebagai komoditas pertanian yang produktif dan menguntungkan.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Polri, TNI, kelompok tani, penyuluh pertanian dan pelaku usaha menjadi penting untuk membangun rantai produksi yang kuat.
Mulai dari penyediaan bibit, pupuk, peralatan, pengairan, pendampingan teknologi budidaya, penanganan pascapanen hingga pemasaran perlu dipastikan berjalan secara berkesinambungan.
Sementara itu, pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tampaksiring diharapkan menjadi bagian dari penguatan infrastruktur pendukung program tersebut.
Bagi petani, program swasembada bawang putih bukan sekadar target nasional. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat pendapatan petani, sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian di tengah berbagai tantangan.
Dari Tampaksiring, Gianyar, gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah hingga nasional, dengan harapan bawang putih produksi petani dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.ar


