Peristiwa

The Journey of Second Chance: Warga Binaan Lapas Perempuan Kerobokan Memukau Delegasi Dunia di Kongres Internasional Bali

warga binaan menunjukkan bakat melalui kolaborasi seni bersama warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan

ortibali.id
ortibali.id
Rabu, 15 April 2026 • 07:48 WITA 3 mnt baca 233
Bagikan:

BADUNG – ortibali.id, Panggung pembukaan hari pertama 7th World Congress on Probation and Parole di Bali International Convention Centre menghadirkan penampilan yang tak sekadar menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran tentang arti harapan, perubahan, dan kesempatan kedua. Sorotan utama malam itu datang dari warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan yang tampil memukau lewat pertunjukan bertajuk “The Journey of Second Chance (For Safer Society)”.

Di hadapan delegasi, pakar, serta peserta kongres dari berbagai negara, para warga binaan menunjukkan bakat dan proses pembinaan yang mereka jalani melalui kolaborasi seni bersama warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan. Penampilan tersebut menuai apresiasi hangat dari audiens internasional yang memenuhi ruang utama acara.

Pertunjukan dikemas dalam rangkaian artistik yang menyatukan berbagai unsur seni. Mulai dari paduan suara warga binaan, tarian tradisional dan kontemporer, aksi energik Antrabez Band, hingga monolog menyentuh yang mengisahkan perjalanan hidup, penyesalan, refleksi diri, dan harapan untuk kembali diterima di tengah masyarakat.

Setiap segmen pertunjukan membawa pesan kuat bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan bukan sekadar menjalani masa hukuman, melainkan proses membangun kembali jati diri. Melalui pendekatan yang tepat, warga binaan dapat tumbuh menjadi pribadi baru yang siap berkontribusi secara positif setelah kembali ke lingkungan sosialnya.

Tepuk tangan panjang dari para peserta kongres menutup pertunjukan tersebut. Respons itu menjadi simbol pengakuan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kesempatan kedua merupakan isu universal yang relevan di berbagai negara.

Acara pembukaan kongres secara resmi dibuka oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Agus Andrianto bersama perwakilan World Congress on Probation and Parole (WCPP). Momentum ini menandai dimulainya forum internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan inovasi kebijakan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang strategis pertukaran praktik terbaik sistem pemasyarakatan global.

Sementara itu, keynote speech disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. Ia menekankan bahwa sistem probation dan parole menjadi bagian penting dari pendekatan keadilan restoratif untuk menciptakan masyarakat yang lebih aman, adil, dan berkeadaban.

Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani, menyampaikan rasa bangga atas penampilan warga binaan yang mampu memikat perhatian dunia.

“Penampilan ini membuktikan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk berubah dan berkarya. Dengan pembinaan berkelanjutan, mereka dapat menunjukkan potensi terbaiknya dan memberi inspirasi bagi banyak orang,” ujarnya.

Menurutnya, momentum internasional ini menjadi dorongan untuk terus memperkuat kualitas program pembinaan di dalam lapas, baik melalui pendidikan, keterampilan, seni, maupun penguatan mental dan karakter.

Ia menambahkan, semangat second chance yang diangkat dalam pertunjukan tersebut sejalan dengan tujuan utama pemasyarakatan, yakni membentuk individu yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif.

Penampilan “The Journey of Second Chance” pun menjadi salah satu momen paling berkesan pada hari pertama kongres. Di balik tembok pembinaan, para warga binaan menunjukkan bahwa selalu ada ruang untuk bangkit, berubah, dan menata masa depan yang lebih baik.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan