Pariwisata

"Tribute to I Dewa Putu Sena 1943–2024", Pameran Penghormatan Maestro Seni Lukis Bali Resmi Dibuka di ARMA Museum Ubud

Pameran ini juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 21 Juli 2025 • 20:22 WITA 2 mnt baca 236
Bagikan:

Gianyar, ortibali.id - Sebagai bentuk penghormatan terhadap maestro seni lukis Bali, I Dewa Putu Sena, ARMA Museum Ubud resmi membuka pameran bertajuk "Tribute to I Dewa Putu Sena 1943–2024", Sabtu (20/7/2025). Pameran ini menampilkan 22 karya lukisan pilihan sang maestro yang dikenal melalui gaya khas Pengosekan yang menonjolkan keindahan flora dan fauna.


Pameran dibuka langsung oleh Pendiri ARMA Museum, Anak Agung Gde Rai, dan dikurasi oleh seniman sekaligus peneliti seni, I Made Susanta Dwitanaya. Dalam pembukaannya, suasana penuh haru menyelimuti ruangan saat para pengunjung dan pemerhati seni mengenang jejak panjang kontribusi Dewa Putu Sena dalam dunia seni rupa Bali.


“Dewa Putu Sena adalah sosok yang berperan penting dalam sejarah seni rupa Pengosekan. Ia berhasil menyatukan elemen tradisi dan inovasi, menciptakan karya dengan kepekaan warna dan komposisi yang kuat. Kehadirannya memberi pengaruh hingga ke wilayah Kutuh, Keliki, bahkan Sayan,” ujar Anak Agung Gde Rai.


Pameran ini juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha, yang melakukan kunjungan sehari sebelumnya, Jumat (19/7). Ia menyampaikan kekagumannya atas kontribusi I Dewa Putu Sena dalam memperkaya khazanah seni lukis Indonesia.


“Saya melihat karya-karya beliau tidak hanya memiliki nilai estetis tinggi, tetapi juga menyimpan nilai filosofi dan warisan budaya yang dalam. Ini menjadi aset penting bangsa,” ujar Giring.


Direktur ARMA Museum, Agung Yudi, menambahkan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud apresiasi generasi muda terhadap tokoh-tokoh perintis seni rupa Bali.


“I Dewa Putu Sena adalah fondasi penting bagi seni lukis Pengosekan. Semangat dan kreativitasnya patut terus dihidupkan, agar seni rupa Bali tidak hanya lestari, tetapi juga terus berkembang,” ungkapnya.


I Dewa Putu Sena dikenal sebagai pelopor lukisan bertema flora-fauna dari desa Pengosekan. Dengan menggunakan teknik tradisional seperti ngorten, nyelah, ngabur, nguap, dan nyenter, ia menciptakan harmoni visual yang memperluas cakupan tema dalam seni lukis Bali—yang sebelumnya didominasi oleh pewayangan dan keseharian masyarakat.


Lahir pada tahun 1943 di Pengosekan, Ubud, Dewa Putu Sena bukan hanya dikenal sebagai pelukis andal, tetapi juga guru bagi generasi muda seniman. Karya-karyanya menembus pasar internasional, termasuk tampil dalam pameran di Museum Fukuoka, Jepang, tahun 1985, serta menjadi bagian dari koleksi Alexander Goetz, kolektor seni asal Jerman.


Pameran "Tribute to I Dewa Putu Sena 1943–2024" akan berlangsung hingga 20 Agustus 2025 di ARMA Museum, Jl. Raya Pengosekan, Ubud. Pameran terbuka untuk umum, sebagai ajakan kepada masyarakat untuk mengenang, mengapresiasi, sekaligus belajar dari dedikasi dan estetika seorang seniman besar Bali.


Redaksi: ortibali id


ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan