Peristiwa

Water Blow Nusa Dua Telan Korban, WNA Rusia Terseret Arus Saat Surfing

Petugas siaga kami menerima informasi pukul 13.55 WITA dari Polair Nusa Dua yang meminta bantuan SAR

ortibali.id
ortibali.id
Kamis, 05 Maret 2026 • 20:14 WITA 2 mnt baca 395
Bagikan:

NUSA DUA, ortibali.id – Perairan Water Blow di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, kembali memakan korban. Seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia dilaporkan terseret arus saat bermain surfing pada Kamis (5/3/2026) siang dan hingga sore hari belum ditemukan.

Korban diketahui bernama Iurii Orlov (64). Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, korban saat itu sedang berada di laut bersama dua orang rekannya sebelum akhirnya terseret arus kuat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan pihaknya menerima informasi dari Polair Nusa Dua sekitar pukul 13.55 WITA terkait kejadian tersebut.

“Petugas siaga kami menerima informasi pukul 13.55 WITA dari Polair Nusa Dua yang meminta bantuan SAR,” jelas Sidakarya.

Menurut laporan, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 12.05 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Sebanyak delapan personel SAR dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Water Blow. Empat personel berangkat dari Kantor Basarnas Bali di Jimbaran sekitar pukul 14.20 WITA menggunakan rigid buoyancy boat (RBB).

Sementara itu, satu tim SAR laut lainnya bertolak dari Dermaga KN SAR Arjuna 229 di Pelabuhan Benoa pada pukul 14.45 WITA untuk memperluas area pencarian di perairan sekitar lokasi kejadian.

Upaya penyisiran dilakukan hingga pukul 17.25 WITA, namun hasilnya masih nihil. Tim darat juga melakukan pencarian di sepanjang Pantai Water Blow, tetapi belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Menurut keterangan tim di lapangan, proses pencarian sempat terkendala kondisi cuaca buruk dengan ombak tinggi dan angin kencang di sekitar perairan.

Selain melakukan penyisiran, tim SAR juga berkoordinasi dengan VTS Benoa untuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di perairan tersebut agar turut membantu pemantauan.

“Koordinasi sekaligus pemapelan juga kami lakukan dengan VTS Benoa agar kapal yang melintas dapat melaporkan jika melihat tanda-tanda korban,” ujar Sidakarya.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Pos Nusa Dua, Balawista Badung, Security ITDC, Pemadam ITDC, PAMOPID Polda Bali, pihak hotel di kawasan Nusa Dua, serta keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap korban masih akan dilanjutkan oleh tim SAR gabungan.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan