Ekonomi

BNI Pertahankan Rating ESG Global, Kredit Hijau Terus Tumbuh Dorong Transisi Energi Nasional

BNI kembali mempertahankan rating ESG internasional dan mencatat pertumbuhan pembiayaan hijau sepanjang 2025

ortibali.id
ortibali.id
Selasa, 02 Juni 2026 • 23:44 WITA 3 mnt baca 213
Bagikan:

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan bisnis berkelanjutan dengan mempertahankan kinerja positif di bidang Environmental, Social, and Governance (ESG). Perseroan juga mencatat pertumbuhan pembiayaan hijau yang menjadi bagian dari dukungan terhadap target transisi energi dan net zero emission Indonesia.

Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, mengatakan bahwa perusahaan secara konsisten menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.

“BNI terus berupaya menjalankan strategi bisnis yang berkelanjutan dengan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan. Kami meyakini bahwa keberlanjutan merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Alexandra.

Sepanjang 2025, BNI berhasil mempertahankan MSCI ESG Rating pada level A serta meningkatkan skor penilaian dari Sustainalytics. Capaian tersebut mencerminkan penguatan tata kelola perusahaan yang semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap berbagai tantangan keberlanjutan global.

Keberhasilan mempertahankan pengakuan internasional tersebut semakin memperkokoh posisi BNI sebagai salah satu bank nasional yang konsisten mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis inti perusahaan. Di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap aspek keberlanjutan, pencapaian ini dinilai turut memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang perseroan.

Tidak hanya dari aspek tata kelola, implementasi ESG BNI juga terlihat melalui berbagai upaya efisiensi operasional. Hingga 2025, perusahaan mencatat penghematan energi sebesar 559.194 Giga Joule (GJ), yang didukung oleh penerapan konsep green building di sejumlah kantor operasional, optimalisasi layanan digital, serta pengurangan penggunaan kertas melalui transformasi proses bisnis berbasis teknologi.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya nasional dalam menekan emisi karbon dan mendorong pengembangan ekonomi rendah karbon. Digitalisasi yang dijalankan BNI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon perusahaan.

Di sisi pembiayaan, BNI terus memperluas portofolio hijau melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor berkelanjutan. Pembiayaan untuk energi terbarukan, bangunan hijau, pengelolaan sumber daya alam hayati, serta transportasi ramah lingkungan menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang tahun.

Menurut Alexandra, penguatan pembiayaan hijau merupakan bagian dari kontribusi nyata BNI dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional.

“Kami terus memperbesar dukungan terhadap sektor-sektor berkelanjutan guna mempercepat transformasi ekonomi hijau sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru yang lebih inklusif dan tangguh,” katanya.

Di tengah dinamika ekonomi global, BNI tetap menjaga kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan nilai ekonomi bagi para pemangku kepentingan serta menjaga kebijakan pembagian dividen secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penerapan prinsip ESG dapat berjalan seiring dengan pencapaian kinerja bisnis yang sehat.

Ke depan, BNI menargetkan penguatan ekosistem ekonomi hijau melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ESG, pengembangan inovasi digital berkelanjutan, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Dengan mempertahankan standar ESG global dan terus meningkatkan pembiayaan hijau, BNI menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi energi menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan.

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan