Ekonomi

Puluhan Hektar Tanaman Padi Diserang Hama Tikus, Petani Terancam Gagal Panen

Pemerintah belum siapkan obat obatan, apalagi Asuransi

Satya Raditya
Satya Raditya
Senin, 05 Mei 2025 • 18:00 WITA 3 mnt baca 519
Bagikan:

GIANYAR - Hama Tikus kini menjadi momok bagi sebagian besar petani padi.

Bahkan dimusim panen tahun ini, petani malah terancam gagal panen.


Hama Tikus diwilayah Kabupaten Gianyar, hampir terjadi di seluruh kecamatan.

Terutama di wilayah Kecamatan Gianyar, Blahbatuh dan Tegallalang. Setidaknya luas sawah yang diserang hama Tikus periode Januari - Maret 2025 ini seluas 68 hektar.


Dari catatan, serangan hama Tikus paling luas dialami oleh petani di Subak Patas, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang.

Luas sawah yang terdampak sekitar 40 hektar, sementara serangan hama Tikus diperkirakan sudah terjadi sejak 6 bulan lalu.


Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PPOPT) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar I Made Martha Kasoema Dinatha SP MAP, saat dikonfirmasi mengatakan sudah melakukan langkah-langkah terkait serangan hama tikus yang menyerang di beberapa subak wilayah Gianyar. "Kita sudah bantu obat-obatan (untuk sawah terdampak selain Kecamatan Tegallalang,red) yang kita mohon dari BPTPHBUN Celuk Sukawati," ujarnya. Namun dikarenakan persediaan obat pengendali tikus di BPTPHBUN saat ini sudah habis, Distan Gianyar tidak bisa memberi bantuan pada Subak di Desa Kenderan. "Kami bersama BPP Tegallalang sudah memberikan pendampingan dan pembinaan terkait langkah-langkah pencegahan hama tikus pada periode tanam berikutnya melalui pengadaan obat-obatan secara swadaya. Karena baik pada Dinas Kabupaten maupun BPTPHBUN saat ini tidak tersedia stok obat-obatan," jelasnya.


Petani Subak Patas, Desa Kenderan, sudah dikumpulkan untuk menerima arahan dari Dinas Pertanian Gianyar dan sekaligus pembagian Racun Tikus pada Senin (5/5).


Sayangnya, selain ketiadaan obat, tahun 2025 ini ternyata Gianyar tidak ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Padahal program pemerintah melalui Kementerian Pertanian ini bertujuan untuk memberikan kompensasi kepada petani yang mengalami kegagalan panen padi akibat berbagai risiko, seperti banjir, kekeringan, dan serangan hama. Informasinya, AUTP untuk tahun ini tidak ada karena tidak tersedia dana baik di Kabupaten maupun Provinsi.


Sementara itu I Nyoman Buda Antara, Anggota DPRD Kabupaten Gianyar, juga ikut memberikan pendampingan.


Keprihatinan yg mendalam atas wabah Hama Tikus yg dialami oleh Warga Subak Patas, Desa Kenderan.


Hama Tikus di Subak Patas menyebabkan 95% padi tidak bisa dipanen, bahkan ada beberapa padi milik warga Subak Patas yg sama sekali tidak bisa dipanen.


Lebih memprhatinkan , wabah hama Tikus ini sudah meluas ke area subak lainnya disekitar Subak Patas.


Menjadi perhatian serius wabah Hama Tikus inipun diusulkan untuk ditangani secara Sekala dan Niskala.


Secara Sekala, dibasmi dengan Racun dan Fogging serta Dikeropyok secara bergotong - royong.


Secara Niskala, memohon di Pura Ulun Suwi agar Hama Tikus cepat pergi.

" sebagai Hindu Bali tentu kita sangat meyakini apapun usaha yg kita lakukan akan berhasil atas kehendak Ida Shang Hyang Widhi Wasa Ida Betara Betari", ungkapnya.


Dihadapan para petani dan juga para BPP/PPL Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar tiang sampaikan harapan agar pemerintah Kabupaten Gianyar bisa membantu petani di Subak Patas untuk memberantas hama Tikus dg Fogging dan juga dibantu racun Tikus.


Peduli dengan petani, secara pribadi juga membagikan Racun Tikus kepada warga Subak Patas sebagai langkah awal untuk membasmi Hama Tikus sebelum musim tanam padi dimulai kembali.


Berharap kedepan, demi hasil panen yang lebih baik, semua pihak bisa membantu Petani, baik memberikan dukungan pola tanam, perawatan, yang lebih baik


sr/id

Satya Raditya
Jurnalis Orti Bali

Satya Raditya

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan