GIANYAR – ortibali.id, Bursa Pemilihan Perbekel (Pilkel) Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, mulai menunjukkan dinamika menjelang pelaksanaan pemilihan. Salah satu figur yang dipastikan ikut meramaikan kontestasi adalah Dewa Nyoman Tri Putra, yang lebih dikenal dengan sapaan Dewa Novek (DN).
Pria kelahiran Manukaya, 30 Agustus 1993, itu resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Perbekel Desa Manukaya dengan membawa visi kepemimpinan yang mengedepankan transparansi, pemerataan pembangunan, serta tata kelola pemerintahan desa berbasis digital.
Keputusan Dewa Novek maju dalam Pilkel mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk krama Desa Adat Maniktawang. Sosoknya dinilai memiliki kapasitas sebagai pemimpin muda yang memahami kebutuhan masyarakat karena memiliki pengalaman di bidang usaha, organisasi, hingga kegiatan sosial dan adat.
Bagi Dewa Novek, keikutsertaannya dalam Pilkel bukan sekadar mengikuti kompetisi politik desa. Ia menyebut langkah tersebut merupakan bentuk pengabdian kepada tanah kelahirannya sekaligus keinginan menghadirkan pola kepemimpinan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya Bali.
"Saya ingin mengabdikan diri dan menghadirkan pola baru dalam memimpin Manukaya. Desa ini memiliki potensi besar di bidang ekonomi, pariwisata, seni, adat, dan budaya yang harus terus dikembangkan tanpa kehilangan jati diri," ujar Dewa Novek, Kamis (16/7).
Saat ini Dewa Novek tengah menempuh pendidikan Program Sarjana Hukum di Universitas Hindu Negeri (UHN) Ida Bagus Sugriwa Denpasar. Sebelumnya, ia menyelesaikan pendidikan melalui PKBM Jaya Mandiri Jakarta pada periode 2020–2023.
Di luar dunia akademik, Dewa Novek dikenal sebagai pelaku usaha di bidang kerajinan dan suvenir khas Bali. Melalui usaha yang dirintisnya, ia membangun kemitraan dengan para perajin lokal, mengembangkan strategi pemasaran, hingga memperluas pasar produk kerajinan Bali ke berbagai negara melalui jalur ekspor.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam memahami penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM dan industri kreatif di desa.
Selain aktif sebagai pengusaha, Dewa Novek juga memiliki rekam jejak organisasi yang cukup panjang. Ia pernah menjadi prajuru organisasi kepemudaan adat di Banjar Maniktawang, menjabat Kelihan Sekaa Angklung Manik Suara Desa Adat Maniktawang selama periode 2016–2023, serta dipercaya sebagai Kelihan Dadia di lingkungan Desa Adat Maniktawang.
Di lingkungan kampus, ia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan berbagai kegiatan kemahasiswaan yang menurutnya semakin memperluas wawasan tentang kepemimpinan, hukum, dan pelayanan publik.
Dalam paparannya, Dewa Novek menilai masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius di Desa Manukaya. Persoalan tersebut meliputi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan sektor ekonomi masyarakat berbasis seni, budaya, dan kerajinan lokal.
Apabila dipercaya memimpin Desa Manukaya, ia akan mengusung konsep "Samarasa Bhuana Santhi", yakni kepemimpinan yang berlandaskan semangat ngayah untuk menciptakan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta lingkungan.
Konsep tersebut akan diterjemahkan melalui program "MANUKAYA JITU", singkatan dari Jujur, Inovatif, Terarah, dan Unggul.
Menurut Dewa Novek, program tersebut akan diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, seperti digitalisasi pelayanan administrasi desa, transparansi tata kelola pemerintahan, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R yang terintegrasi dengan bank sampah konvensional maupun digital, pemberian dukungan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, hingga penyediaan ruang kreativitas dan pengembangan potensi generasi muda.
Ia juga meyakini pengalaman sebagai pelaku usaha memberikan keuntungan dalam membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak guna mempercepat pembangunan desa, termasuk membuka peluang pemasaran produk-produk lokal Manukaya ke pasar yang lebih luas.
"Saya tidak ingin hanya menawarkan janji politik. Yang ingin saya buktikan adalah kerja nyata. Saya maju atas dukungan Desa Adat Maniktawang. Sebagai krama adat yang menyungsung kahyangan pura, saya tidak berani mengingkari amanah yang diberikan masyarakat," tegasnya.
Dengan mengusung semangat kepemimpinan yang berpijak pada nilai adat, inovasi, dan tata kelola pemerintahan yang modern, Dewa Novek berharap dapat menghadirkan perubahan positif bagi Desa Manukaya sekaligus memperkuat posisi desa sebagai kawasan yang maju secara ekonomi, lestari secara budaya, dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.sr


