Budaya

PKB XLVIII Digelar 13 Juni–11 Juli 2026, Koster Tekankan Tata Kelola Profesional dan Ramah Lingkungan

Keseluruhan rangkaian acara PKB tahun ini sudah sangat padat

ortibali.id
ortibali.id
Selasa, 12 Mei 2026 • 13:43 WITA 3 mnt baca 309
Bagikan:

DENPASAR –ortibali.id, Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 dipastikan kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Event tahunan yang menjadi etalase seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali ini akan berlangsung selama hampir satu bulan, mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pelaksanaan PKB harus dikelola secara profesional, tertib, dan berkualitas karena tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Bali, tetapi juga mendapat perhatian dunia internasional sebagai ruang pelestarian seni, budaya, dan identitas Bali.

Hal tersebut disampaikan Koster saat membuka Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (12/5). Dalam kesempatan itu, ia didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

Koster mengungkapkan, sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal. Menurutnya, tema yang diusung sering kali tidak selaras dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaan dinilai kurang rapi, belum terintegrasi, dan pameran UMKM masih dikenakan biaya bagi para perajin.

“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.

Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu menegaskan tata kelola PKB harus menjadi perhatian serius agar pelaksanaannya berjalan aman, nyaman, tertib, dan berkualitas.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan kebersihan selama pelaksanaan PKB. Pengunjung diminta menjaga ketertiban dan tidak membuang sampah sembarangan, sementara pedagang diimbau tidak menggunakan plastik sekali pakai sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan di Bali.

Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Koster meminta sistem keamanan diperkuat, termasuk pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis guna meningkatkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menghadiri rangkaian kegiatan PKB.

Tak hanya itu, keamanan pangan selama pelaksanaan kegiatan juga diminta menjadi perhatian serius. Seluruh makanan dan minuman yang dijual di area PKB harus dipastikan aman dikonsumsi dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.

Koster juga meminta pendataan jumlah pengunjung dilakukan secara tertib setiap hari untuk mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung. Sementara untuk pengelolaan parkir, ia menilai perlu dibangun kerja sama terintegrasi dengan desa adat di sekitar lokasi kegiatan demi mendukung kelancaran dan kenyamanan pengunjung.

Menurut Koster, keseluruhan rangkaian acara PKB tahun ini sudah sangat padat dan dinilai mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Ia berharap pelaksanaan PKB XLVIII dapat berjalan lancar dan sukses, sekaligus menjadi evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan di tahun-tahun berikutnya.

“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Koster juga berharap Presiden RI, Prabowo Subianto, dapat hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali tahun ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menjelaskan PKB XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna memuliakan jiwa paripurna.

Menurutnya, tema tersebut berfokus pada penyucian jiwa, refleksi diri, dan pemuliaan manusia melalui aktivitas seni yang berkaitan dengan nilai kesucian.

“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui tema tersebut, PKB menegaskan seni dan budaya tidak hanya menjadi ruang kreativitas, tetapi juga medium spiritual dan refleksi budaya untuk menjaga keseimbangan dimensi sakral, sosial, dan ekologis kehidupan masyarakat Bali.

PKB XLVIII Tahun 2026 akan menghadirkan berbagai agenda utama seperti Peed Aya (Pawai), Kandarupa (Pameran), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Kriyaloka (Lokakarya), Wimbakara (Lomba), Widyatula (Sarasehan), Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni), Jantra Tradisi Bali (Pekan Kebudayaan Daerah), hingga Bali World Culture Celebration.

Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa dipastikan terlibat dalam pelaksanaan PKB tahun ini.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan